Yayasan Kakak Dorong Pemkot Solo Segera Sahkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Shoim juga membeberkan monitoring iklan promosi rokok yang dilakukan dalam dua pekan di Solo. Dirinya mendapati lebih kurang 1.450 iklan promosi

Yayasan Kakak Dorong Pemkot Solo Segera Sahkan Perda Kawasan Tanpa Rokok
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Pejalan kaki saat berselfie di aksi tuntutan perda KTR di CFD Solo, Minggu (14/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Yayasan Kepedulian Untuk Anak (Kakak) Solo mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Bengawan.

Hal tersebut dilakukan guna memenuhi capaian Kota Solo sebagai Kota Layak Anak (KLA) di tingkat utama.

“Solo memang masuk di tingkat utama dalam pencapaian KLA namun, capaian tersebut tidak diimbangi dengan Perda KTR," kata Direktur Yayasan Kakak Surakarta, Shoim Sahriyati saat ditemui pada kampanye KTR di area car free day (CFD) Solo, Minggu (14/4/2019) pagi.

"Padahal jika sudah masuk dalam tingkat utama, Perda KTR yang melarang iklan rokok harus dimiliki kota yang bersangkutan, namun hingga saat ini Perda tersebut belum ada di Solo,” katanya.

Sempat Alami Gangguan Selama 2 Jam, Layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram Berangsur Pulih

Shoim juga membeberkan monitoring iklan promosi rokok yang dilakukan dalam dua pekan di Solo.

Dirinya mendapati lebih kurang 1.450 iklan promosi rokok dalam berbagai bentuk.

Selain itu, angka perokok pada anak-anak tercatat cukup tinggi di Indonesia.

Dua dari lima anak, memilih merokok lantaran iklan dan promosi yang ada.

"Hasil temuan tersebut sangat memprihatinkan, apalagi promosi dan iklan yang ada mempengaruhi anak-anak untuk merokok,” katanya.

"Kami masih menemukan pelanggaran aturan tersebut di beberapa kawasan, salah satunya angkutan umum sehingga Perda itu sangat dibutuhkan,” katanya.

SBY Mencoblos di Kedubes RI Singapura, Ani Yudhoyono Gunakan Hak Suara di Rumah Sakit

Aksi tuntutan perda KTR ini digelar di simpang tiga Sriwedari dan diikuti puluhan anggota dari Forum Anak se-Surakarta.

Termasuk komunitas yang telah mengembangkan wilayahnya menjadi KTR.

Panitia juga menggelar spanduk untuk membubuhkan tanda tangan bagi pengunjung CFD untuk ikut mendukung kebijakan terhadap aturan KTR di Kota Bengawan. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved