Pilpres 2019

Nadirsyah Sebut Ulama dan Pakar yang Minta Quick Count Ditiadakan Sama Saja Anti Ilmu Pengetahuan

Intelektual muda, Nadirsyah Hosen, angkat bicara soal quick count yang berlangsung dalam Pemilu 2019 ini.

Nadirsyah Sebut Ulama dan Pakar yang Minta Quick Count Ditiadakan Sama Saja Anti Ilmu Pengetahuan
kolase Tribunnews.com
Nadirsyah Hosen 

TRIBUNSOLO.COM - Intelektual muda, Nadirsyah Hosen, angkat bicara soal quick count yang berlangsung dalam Pemilu 2019 ini.

Pria yang akrab disapa Gus Nadir ini menilai kehadiran quick count mampu menggeser keberadaan dukun atau klenik.

Nadir bersyukur ilmu pengetahuan tampil menonjol.

Menggeser perklenikan dalam perkembangan politik di Indonesia terkini.

Usai Buka-bukaan soal Data Quick Count, Yunarto Wijaya: BPN Kapan Buka?

Namun beberapa hari ini, timeline di media sosial ramai membahas kabar Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta quick count ditiadakan.

Pasalnya, quick count dianggap banyak menimbulkan 'kemudaratan' atau dampak buruk.

Hingga saat ini Tribun masih mengonfirmasi mengenai kebenaran kabar tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, Nadir menilai ajakan untuk meniadakan quick count adalah sama halnya mengajak untuk tidak mengikuti ilmu pengetahuan.

Sebagaimana diketahui, quick count adalah buah dari perkembangan ilmu pengetahuan yang kita bisa cecapi manfaatnya.

Lebih parah lagi jika kemudian quick count ditinggalkan dan klenik kembali digunakan, imbuh Nadir.

Halaman
1234
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved