Ini Langkah Pemerintah Majukan Pasar Furniture dan Kerajinan di Jawa Tengah

Guna mendorong pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah furnitur, mebel, dan kerajinan di Jateng, pemerintah terus melakukan berbagai langkah.

Ini Langkah Pemerintah Majukan Pasar Furniture dan Kerajinan di Jawa Tengah
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Gelaran Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari 2018, Kamis (25/4/2019).  

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Guna mendorong pertumbuhan dan perkembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) furnitur, mebel, dan kerajinan di Jawa Tengah, pemerintah terus melakukan berbagai langkah. 

"Pertama memfasilitasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk dapat terus mempromosikan produknya, bisa melalui pameran juga penyediaan galeri pamer," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng, Arif Sambodo, kepada Tribunsolo.com saat ditemui dalam acara Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, Solo, Kamis (25/4/2019).

Selanjutnya memfasilitasi IKM untuk bisa merestrukturisasi mesin - mesin untuk menunjang industri apabila diperlukan.

Kemudian sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Standar Nasional lndonesia (SKKNl). 

Juga pendampingan pelatihan bagi IKM di Jawa Tengah.

Himki Solo Raya Sebut Pasar Domestik Berpotensi untuk Pengembangan Produk Furniture

"Khususnya melakukan pelatihan untuk menjadi mendorong IKM yang belum ekspor, siap menjadi eksportir," imbuhnya.

Upaya tersebut dioptimalkan melalui couching program bersama para eksportir.

Pihaknya juga mengaku upaya tersebut untuk mempertahankan posisi industri mebel serta furniture nasional tidak tergeser, harapannya terus meningkat.

Sementara disinggung terkait kinerja ekspor mebel dan furniture Jawa Tengah, Arif mengaku trend pasar terus meningkat.

Bahkan 2018 ditutup dengan perolehan nilai ekspor sebesar 1,8 miliar Dollar AS.

"Capaian tersebut meningkat sekitar 11,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya 2017 (year on year)," urainya.

Kembangkan Pasar Ekspor, Pemkot Solo Jajaki Kerjasama dengan China

Dan menariknya, capaian ekspor furniture dan mebel Jawa Tengah pada 2018 menyumbang 50 persen terhadap capaian nasional.

Di mana ekspor mebel dan furniture nasional 2018 nilainya sebesar 2 miliar dollar AS lebih, artinya 50 persen sendiri sudah disumbang dari Jawa Tengah.

"Lantas bagaimana untuk potensi di Soloraya? Ternyata Soloraya ini potensinya besar, walau memang masih Jepara yang unggul, Soloraya masih aktif dipenuhi dengan IKM pemain ekspor, harapannya akan terus berkembang," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved