Memperingati Hari Bumi, SMKN Ngargoyoso Karanganyar Kampanye Anti Plastik

Memperingati Hari Bumi Sedunia, SMKN Ngargoyoso, Karanganyar, menerapkan sekolah tanpa plastik.

Memperingati Hari Bumi, SMKN Ngargoyoso Karanganyar Kampanye Anti Plastik
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Sejumlah siswa sedang mengumpulkan sampah plastik di lingkungan SMKN Ngargoyoso, Karanganyar, Selasa (23/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Memperingati Hari Bumi Sedunia, SMKN Ngargoyoso, Karanganyar,  menerapkan sekolah tanpa plastik.

Kegiatan diawali dengan membersihkan lingkungan sekolah dengan memunguti sampah-sampah yang berjenis plastik.

Membersihkan sampah ini dilakukan oleh ratusan siswa-siswi SMKN Ngargoyoso yang berburu sedotan plastik, bungkus snack makanan, permen dan jenis sampah plastik lainnya.

Menurut Kepala Sekolah SMKN Ngargoyoso, Sri Eka Lelana selain membersihkan sampah plastik di area lingkungan sekolah, juga mencanangkan untuk mengurangi penggunaan plastik.

Berminat Jadi Sekjen KPK? Pendaftaran Dibuka hingga 26 April 2019

"Pengurangan plastik ini nanti dengan cara tidak membawa makanan dalam bentuk kemasan plastik atau yang dikenal dengan Hari Tanpa Beg Plastik (Zero Plastik In My School)," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (23/4/2019).

Hal ini berlaku juga kepada guru, staf, serta seluruh siswa-siswi SMKN Ngargoyoso.

"Hal ini sebagai tanda bukti kecintaan SMKN Ngargoyoso terhadap bumi, yang mana sampah plastik menjadi masalah lingkungan yang serius," katanya.

Dia menambahkan, plastik merupakan kemasan yang terbuat dari sumber yang sangat berbahaya yaitu salah satunya minyak, semakin kita mengurangi sampah plastik maka berkuranglah limbah berbahaya yang tertimbun dan tidak terurai di bumi kita.

3 TPS di Sukoharjo Akan Gelar Pencoblosan Ulang, Apa Penyebabnya?

Selain itu, penggunaan sampah plastik juga menyebabkan mengganggu peresapan air yang dapat menyebabkan kerusakan kesuburan tanah dan menyebabkan banjir.

"Cara paling mudah menguraikan sampah plastik adalah dengan cara di bakar, maka plastik akan membebaskan karsinogen yaitu salah satu bahan penyebab dari penyakit kanker."

"Jika ditimbun, maka bahan toksin di dalam tanah akan masuknke sumber air yang kita minum," imbuhnya.

Dia berharap jika programnya seudah berjalan, akan menjadi percontohan untuk sekolah lain maupun masyarakat.

Karena dampak lingkungan dari sampah plastik sangat berbahaya dan merusak. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved