Eggi Sujana Ditahan Mabes Polri, Massa Gaprak Gelar Aksi di Depan Mapolresta Solo Tuntut Pembebasan

Gabungan Presidium Rakyat Bergerak (Gaprak) menggelar aksi protes atas penanahan Eggi Sudjana yang menjadi tersangka dugaan makar, Rabu (15/5/2019).

Eggi Sujana Ditahan Mabes Polri, Massa Gaprak Gelar Aksi di Depan Mapolresta Solo Tuntut Pembebasan
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Aksi di depan Mapolresta Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (15/5/2019).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gabungan Presidium Rakyat Bergerak (Gaprak) menggelar aksi protes atas penanahan Eggi Sudjana yang menjadi tersangka dugaan makar, Rabu (15/5/2019). 

Adapun aksi yang diikuti oleh puluhan orang dari Gaprak itu digelar di depan Mapolresta Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Solo sembari membawa sebuah poster bertuliskan 'Save Eggi Sudjana Pejuang Pemilu Jurdil'.

Humas aksi Gaprak, Endro Sudarsono menyebut, tudingan makar yang diarahkan pada Eggi Sudjana tidak memiliki dasar.

"Kami minta Mabes Polri untuk membebaskan dari tahanan," tuturnya disela-sela aksi.

Ditangkap Setelah 13 Jam Diperiksa terkait Dugaan Makar, Eggi Sudjana Tulis Sepucuk Surat

Lebih lanjut dia menerangkan, Eggi dikenal sebagai aktivis demokrasi yang sedang dikriminalisasi penguasa, sehingga penangkapan Eggi sebagai bentuk melanggar UU dalam penyampaian pendapat.

"Tudingan makar yang diarahkan pada Eggi tidak terbukti, harus dimengerti makar dalam hal ini adalah membebaskan diri dari NKRI," jelasnya.

"Nah Eggi tidak ada niatan makar, ini kan negara demokrasi bebas menyampaikan pendapat," kata dia menegaskan.

Bahkan dia membandingkan kasus Eggi dengan kasus penembakan anggota TNI di Papua yang dilalukan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Mahfud MD Bedah UU tentang Makar dan Sebut 3 Kategori Tindakan Makar, Apakah Eggi dan Kivlan Masuk?

Padahal lanjut dia, OPM itu sudah masuk makar, harusnya ditangkap dan diberantas.

"Kita ingat OPM, kok pemerintah tidak menyebut sebagai makar? Pemerintah justru menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)," kata dia. (*)

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved