Ini Hukuman untuk Tersangka Perdagangan Rokok Ilegal Antar Pulau Rugikan Negara Rp 2,6 Miliar

KPPBC TMP B Surakarta menggelar rilis terhadap penangkapan sindikat perdagangan rokok ilegal antar pulau, Rabu (15/5/2019).

Ini Hukuman untuk Tersangka Perdagangan Rokok Ilegal Antar Pulau Rugikan Negara Rp 2,6 Miliar
Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Tersangka dikawal petugas saat gelar perkara di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta di Jalan Adi Sucipto Nomor 36, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sejumlah tersangka yang terlibat perdagangan rokok ilegal antar pulau diancam kurungan penjara maksimal 5 tahun dan sanksi denda paling banyak membayar sepuluh kali nilai cukai.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Surakarta, Kunto Prasti Trenggono, sejumlah harus berurusan dengan hukum sesuai perundangan-undangan cukai.

Dia menyebut, para tersangka dijerat Pasal 54 dan atau Pasal 56 juncto Pasal 59 UU Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

"Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun kemudian denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang harus dibayar," ungkapnya saat konferensi pers di kantornya di Jalan Adi Sucipto Nomor 36, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/5/2019). 

Polres Sukoharjo Lantik Wakapolres dan Kasatreskrim Baru

Lebih lanjut dia menjelaskan, pengungkapan kasus rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai Jateng dan DIY hingga Bea Cukai Surakarta ini adalah yang paling lengkap dan terbesar.

"Kenapa, yang besar dan lengkap, karena produsen, pengepul, gudang dan ekspedisinya, sampe pembeli bisa diungkap semua," akunya.

"Kita berharap ini membuat jera, sehingga pelanggaran hukum yang nyaris merugikan negara bisa ditekan," harap dia menekankan.

Reaksi Pertama Kali Ibunda Ananda Hafidh Rifai saat Tahu Anaknya Dapat Nilai 100 di 4 Mapel UN

Sebelumnya, KPPBC TMP B Surakarta menggelar rilis terhadap penangkapan sindikat perdagangan rokok ilegal antar pulau, Rabu (15/5/2019). 

Acara digelar di kantor yang berada di Jalan Adi Sucipto Nomor 36, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Adapun, di dalam ruangan tampak ditunjukkan berbagai jenis kemasan rokok bermerk di antaranya Surya Putra Filter, Sekar Madu (SMD), CC Mild hingga S3.

Termasuk memperlihatkan empat tersangka yang sudah menggunakan pakaian tahanan 'orange' yang dikawal ketat petugas bersenjata.

Manfaatkan Pekerjaannya, Seorang Teknisi di Jakarta Timur Bobol Mesin ATM

Turut hadir selain Kepala Kantor KPPBC TMP B Surakarta, Kunto Prasti Trenggono juga ada Kepala Kanwil DJBC Jeteng dan DIY, Parjiya, Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Gatot Sugeng Wibowo dan Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Tatang Agus Vallyanto.

Terungkap, gudang penimbunan rokok ilegal sindikat perdagangan antar pulau itu tenyata ada di Dukuh Papagan, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Ada sejumlah orang yang diperiksa dan ditangkap yakni AP (pemilik gudang), HF (pemilik barang), DA (pembeli barang), AL hingga KM (yang mengendarai) serta satu orang lain masih penyelidikan intensif karena belum P21. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved