Pasca Penangkapan Teroris di Kartasura, 16 Mantan Napi Teroris di Sukoharjo Diawasi

Pasca penangkapan terduga teroris di Gumpang, Kartasura oleh Densus 88, pada Selasa (14/5/2019) lalu, Polres Sukoharjo tingkatkan kewaspadaan.

Pasca Penangkapan Teroris di Kartasura, 16 Mantan Napi Teroris di Sukoharjo Diawasi
TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pasca penangkapan terduga teroris di Gumpang, Kartasura oleh Densus 88, pada Selasa (14/5/2019) lalu, Polres Sukoharjo tingkatkan kewaspadaan.

Menurut Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi hal ini untul mengantisipasi berkembangnya paham radikalisme di wilayah Sukoharjo.

"Kami Polres Sukoharjo sudah banyak sekali melakukan berbagai upaya, upaya preventif dan represif tentunya," katanya saat ditemui di Mapolres Sukoharjo, Rabu (15/5/2019).

Keluarga Akui Tak Tahu soal Aktivitas Menyimpang Terduga Teroris yang Ditangkap di Kartasura

Dia menambahkan, fungsi Binmas menjadi gerda terdepan kepolisian, selain fungsi intelijen yang selalu mengawasi dan memberikan kami informasi.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan pengawasan terhadap 16 eks napi teroris yang berada di Kabupaten Sukoharjo.

"Berdasarkan perintah pimpinan, metode pengawasan terhadap eks teroris menggunakan metode man to man."

"Artinya, satu napiter diawasi satu intelijen, untuk mengantisipasi agar para napiter tidak terjerumus kembali pada kegiatan terorisme," katanya.

Masyarakat umum yang belum terkontaminasi paham radikal, Iwan menambahkan pihaknya telah melakulan upaya deradikalisasi.

"Deradikalisasi yang kita berikan salah satunya memberikan pengertian bahaya paham radikal dan terorisme itu sendiri, tentunya kami menggandeng tokoh agama dan tokoh masyaralat," katanya.

Kejutkan Warga, Terduga Teroris yang Ditangkap di Grobogan Dikenal Sopan dan Kerap Ikut Arisan

Namun peran utama dan penting adalah keluarga dan masyarakat sekitar yang bisa mendukung penuh.

"Keluarga harus memahami bagaimana paham radikalisme ini berkembang, karena ini sifatnya paham sehingga sangat fundamental seperti ideologi dan ajaran yang tidak sesuai," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved