Profil Mbah Suroso dan Parjinem yang Ditipu Pakai Uang Palsu di Solo: Kisah Miris Ini Terungkap

Usia senja tidak menghalangi pasangan suami istri lanjut usia, Suroso (92) dan Parjinem (83) mencari nafkah. Berikut kisah hidup mereka.

Profil Mbah Suroso dan Parjinem yang Ditipu Pakai Uang Palsu di Solo: Kisah Miris Ini Terungkap
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Mbah Suroso (92) bersama istrinya Parjiem (83) menunjukkan uang palsu dari pembeli yang tidak dikenalnya di warungnya di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Selasa (14/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Usia senja tidak menghalangi pasangan suami istri lanjut usia, Suroso (92) dan Parjinem (83) mencari nafkah.

Meskipun sudah menyandang status kakek dan nenek dengan usia di atas rata-rata, Mbah Roso dan Mbah Parji sapaan akrabnya tidak pernah mengeluh banting tulang demi sesuap nasi.

Ya, dia jalani sejak 2010 lalu memutuskan berjualan di antaranya sempat di kawasan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo dan kemudian mulai 2017 pindah di kawasan rumahnya di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo.

Setiap hari dia harus mendorong gerobak seharga Rp 3,15 juta yang dibelinya, di antara ga di isi rokok, tisu, air mineral, makanan ringan, hingga mie instan.

Tega, Pasangan Suami Istri Lanjut Usia di Solo Ditipu Pembeli Rp 400 Ribu dengan Uang Palsu

"Saya gak mau merepotkan anak," ucap dia diiyakan sejumlah tetangganya di warungnya yang terbuat dari gerobak setelah ditipu Rp 400 ribu dengan uang palsu, Selasa (14/5/2019).

Adapun Mbah Roso dan Mbah Parji selama ini mempunyai enam anak dan sejumlah cucu yang telah tinggal di lain tempat.

Pasangan Suroso (92) dan Parjinem (83) berjualan dengan gerobak biru sederhana pinggir Jalan Ir Juanda, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Selasa (14/5/2019).
Pasangan Suroso (92) dan Parjinem (83) berjualan dengan gerobak biru sederhana pinggir Jalan Ir Juanda, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Selasa (14/5/2019). (TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI)

"Kalau jualan paling laris dapat Rp 200 ribu kotor, kebanyakan pengecer rokok," ungkapnya.

Selain cerita tentang ketekunannya berjualan, ternyata warga Kampung Badran RT 6 RW 10 itu memiliki cerita miris, di antaranya pernah ditipu dengan mengaku-ngaku warga sekitar dengan kerugian mencapai Rp 1 juta.

Kisah Kapolsek Jebres Solo Ganti Uang Palsu Rp 400 Ribu yang Diterima Pedagang Lansia dari Pembeli

Hal ini dibenarkan oleh tetangga Mbah Roso, Yanti (50), jika setahun lalu ditipu orang.

Halaman
123
Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved