Serba Serbi BPJS Kesehatan

Sebagian Warga Solo Belum Tahu Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik

Supeno dan Rina menyayangkan jika pemerintah menaikkan iuran BPJS.

Editor: Junianto Setyadi
bpjs-kesehatan.go.id
Ilustrasi warga mengantre di Kantor BPJS Kesehatan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Galuh Palupi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah warga Solo, Jateng, belum mengetahui rencana pemerintah menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan per 1 April 2106 mendatang.

Hal itu diketahui TribunSolo.com saat mewawancarai Supeno (35) dan Rina (27), Kamis (24/3/2016), di Kantor BPJS Kesehatan Solo, di Jl Ki Mangun Sarkoro No 114, Sumber, Banjarsari, Surakarta.

Supeno dan Rina mendatangi Kantor BPJS Solo untuk mendaftarkan anak mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan.


TRIBUNSOLO.COM/GALUH PALUPI
KANTOR - Inilah Kantor BPJS Kesehatan Solo, d Jalan Mangun Sarkoro No 114 Surakarta, Jawa Tengah.

"Saya belum tahu kalau (iurannya) mau naik," ujar Supeno.

Rina mengatakan hal senada.

"Belum tahu sih, tapi semoga tidak (naik)," katanya.

Supeno dan Rina menyayangkan jika pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

"Kalau iuran naik berarti kan biaya berobat tetap mahal," kata Supeno.

BACA JUGA : Terkait Penundaan Kenaikan Iuran BPJS Mandiri, Jokowi Segera Panggil Dirut BPJS

Informasi yang diperoleh TribunSolo.com, iuran peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) BPJS Kesehatan akan naik per 1 April 2016.

Besaran iuran kelas I semula Rp 59.500, akan naik menjadi Rp 80 ribu.

Iuran kelas II semula Rp 42.500, naik menjadi Rp 51 ribu.

Sedangkan iuran kelas III semula Rp 25.500, menjadi Rp 30 ribu.

Kenaikan itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved