Ujian Nasional 2016

Peserta UN SMA dan Sederajat 3,3 Juta Pelajar, 927.000 Siswa Ikut UN Berbasis Komputer

Setiap tahun, kami membuat sekitar 170.000 soal untuk UNB

Peserta UN SMA dan Sederajat 3,3 Juta Pelajar, 927.000 Siswa Ikut UN Berbasis Komputer
Kompas.com/ Syahrul Munir
Siswa kelas XII SMK NU Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (30/3/2016) tengah melakukan simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). 

TRIBUN SOLO, JAKARTA - Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dimulai pada Senin (4/4/2016) pagi ini terdata sebanyak 4.402 sekolah dengan peserta mencapai sekitar 927.000 siswa.

Secara keseluruhan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendata sebanyak 3.302.673 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) di Tanah Air mengikuti UN mulai pagi ini.

Kepala Pusat Pendidikan (Kapuspendik) Kemdikbud Nizam mengatakan pelaksanaan UN tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.

"Jika sebelumnya, hanya 594 sekolah. Maka pada tahun ini, sekolah yang mengikuti UN Berbasis Komputer sebanyak 4.402 sekolah atau sekitar 927.000 siswa," ujar Nizam kepada Antara di Jakarta, Senin.

Sekolah lainnya masih menggunakan UN berbasis kertas.

Nizam mengatakan Kemdikbud terus mendorong pelaksanaan UNBK di seluruh Tanah Air, karena UNBK dianggap lebih efisien serta dapat meminimalisir bentuk kecurangan.

Sekolah juga tak perlu mengadakan peralatan komputer, namun hanya menggunakan peralatan yang tersedia. Jika tak mencukupi, bisa menggunakan peralatan di sekolah lain yang tidak melaksanakan UN.

"Setiap tahun, kami membuat sekitar 170.000 soal untuk UNBK," tambah dia.

Peserta UNBK juga akan kesulitan berbuat curang karena soal yang didapat para siswa bersifat acak.

Langkah ini untuk mengantisipasi antara siswa satu dan lain, mengerjakan soal yang tidak sama.

Untuk pengawas, pada UN berbasis kertas ada dua pengawas di setiap kelas.

Sementara untuk UNBK terdapat satu teknisi dan satu proktor yang memastikan siswa melaksanakan UNBK sesuai dengan prosedur.

Nizam mengingatkan siswa dan sekolah untuk jujur dalam pelaksanaan UN, karena meskipun hasil UN hanya untuk pemetaan tapi indeks kejujuran digunakan untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Kemdikbud mulai tahun ini juga akan mengumumkan indeks integritas sekolah tersebut.

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved