Ujian Nasional 2016

SMA Muhammadiyah 6 Surakarta Tak Kesulitan Hadapi Siswa Tunanetra

Pihak SMA Muhammadiyah tidak mengalami kesulitan untuk menangani siswa inklusi saat UN.

SMA Muhammadiyah 6 Surakarta Tak Kesulitan Hadapi Siswa Tunanetra
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Beberapa siswa inklusi (tuna netra) SMA Muhammadiyah 6 Surakarta berkumpul bersama saat istirahat setelah mengikuti UN, Senin (4/4/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tak beda dari sekolah-sekolah lain, SMA Muhammadiyah 6 Surakarta, yang merupakan sekolah inklusi, pun menggelar Ujian Nasional (UN) 2016, Senin (4/4/2016).

Sekolah inklusi adalah sekolah reguler (biasa) yang juga menerima anak berkebutuhan khusus.

SMA Muhammadiyah 6 Surakarta menyelenggarakan UN bersistem Paper Based Test (PBT).

Sekolah ini berada di Jl Banyuanyar RT 02 RW XII, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Peserta UN 2016 di sana berjumlah 37 siswa, terdiri atas kelas IPA 15 anak, kelas IPS 22 anak, dan tiga anak inklusi, yaitu tunanetra.

Sebagai sekolah inklusi, pihak SMA Muhammadiyah tidak mengalami kesulitan untuk menangani siswa inklusi saat UN.

Muhammad Syaiful Sahri, kepala  SMA Muhammadiyah 6 Surakarta, mengatakan, tidak ada persiapan khusus untuk UN tahun ini.

"Persiapannya try out, pemadatan materi, sama seperti sekolah-sekolah yang lain," ujarnya.

Dia mengatakan, di luar UN, saat pelajaran reguler setiap hari berlangsung biasa.

"Hanya saja setiap mata pelajaran ada pendampingan khusus untuk anak-anak inklusi, termasuk untuk UN ini," ucapnya.

"Untuk anak-anak yang tuna netra memang ada guru pendamping khusus." lanjutnya.

Syaiful mengatakan bahwa semua guru harus mendampingi siswa inklusi sebagai pendamping khusus saat proses belajar-mengajar.

Sedangkan ketika try out dan UN, soal bagi siswa inklusi harus dibacakan soal oleh guru pendamping. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Junianto Setyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved