Breaking News:

Warga Klaten Ini Takut Saat Temukan 25 Senjata Peledak, Termasuk Granat

Meskipun telah dimakan usia namun senjata-senjata ledak itu diperkirakan masih aktif.

TRIBUNJOGJA/PADHANG PRANOTO
AKAN DIMUSNAHKAN - Aparat keamanan mengamankan 25 senjata peledak dari rumah Siswanto (30), di Dusun Kaligawe 2/6, Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Klaten, Kamis (7/4/2016). 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sebanyak 25 buah senjata peledak berupa mortir, ranjau, granat dan proyektil meriam, ditemukan dalam rumah Siswanto (30), di Dusun Kaligawe 2/6, Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jateng.

Senjata-senjata tersebut diduga peninggalan masa perang kemerdekaan.

Siswanto berkata, sebelum menemukan puluhan senjata peledak, ia hendak membuat septictank didalam rumahnya.

Namun belum lama menggali, tiba-tiba tanah yang ia gali runtuh, dan munculah benda-benda tersebut, yang sudah berkarat.

"Saya menemukannya kemarin (Rabu, 6/4/2016) pukul 13.00 WIB," ucapnya, Kamis (7/4/2016) siang.

"Saat menggali pada kedalaman sekitar setengah meter, tanahnya runtuh dan ada benda-benda itu," ujarnya.

"Menemukannya saya takut, lalu saya kubur lagi," ucap Siswanto.

"Baru hari ini saya melaporkannya ke Koramil Pedan," kata dia.

Menurut Kepala Tim Penjinak Bom dari Brimob Sub Den 1 Detasemen C Pelopor Sukoharjo, Jateng, Ipda Maruto Jono, senjata-senjata peledak itu terdiri  dari berbagai jenis, di antaranya, mortir, granat, ranjau dan proyektil meriam.

"Berdasarkan pengakuan dari pemilik rumah, dulunya tempat ini dijadikan sebagai markas pejuang," katanya.

"Adapun senjata peledak yang ditemukan, kemungkinan disembunyikan untuk menghindari endusan dari Belanda," ujarnya.

Maruto merinci, jumlah mortir yang ditemukan adalah 15 buah, ranjau dua buah, granat tujuh buah dan sebuah proyektil meriam ukuran 105 milimeter.

Puluhan senjata peledak itu akan dimusnahkan, dan untuk sementara disimpan di Mako Brimob Subden 1 Detasemen C Pelopor Sukoharjo.

Da mengatakan, meskipun telah dimakan usia namun senjata-senjata ledak itu diperkirakan masih aktif. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved