Kebo Jadi Lambang Hewan yang Selalu Menyatu dengan Petani

Indonesia merupakan negara agraris di mana masyarakatnya identik dengan profesi pertanian.

Kebo Jadi Lambang Hewan yang Selalu Menyatu dengan Petani
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo, Rabu (13/4/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kebo bule Kyai Slamet Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan lambang masyarakat kecil terutama petani.

Indonesia merupakan negara agraris di mana masyarakatnya identik dengan profesi bidang pertanian.

Sehingga masyarakat di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari binatang kebo atau kerbau.

"Namanya itu rojokoyo, masyarakat petani itu menyatu dengan hewan kerbau untuk menggarap sawah," kata Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo kepada TribunSolo.com, Rabu (13/4/2016).

Masyarakat kecil merupakan kekuatan besar, karena negara tanpa masyarakat kecil tidak akan kuat.

"Misalnya ada Pilkada (pemilihan kepala daerah), tanpa ada masyarakat kecil tidak akan mungkin mereka bisa terpilih," ujarnya.

Seringkali para pemimpin lupa terhadap kewajibannya memperhatikan masyarakat kecil.

"Karena sudah jadi (pemimpin) masyarakat kesusahan atau apa dibiarkan saja."(*)

Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved