20 Tahun Wafat Ibu Tien Soeharto
SD Negeri Matesih 01 Karanganyar Ini Peduli Lingkungan dan Anti-Pencemaran
Beberapa spanduk terpasang pada bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda ini.
Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Gedung berdinding keramik pink ini berdiri kokoh di Desa Sabrang Kulon, Kabupaten Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.
Halaman gedung tersebut relatif cukup luas, dilengkapi dengan dua papan nama.
Tulisan di sisi kanan berbunyi Sekolah Dasar (SD) Negeri Matesih 01 Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Sedangkan di sisi kiri, ada papan nama bertuliskan Pusat Kegiatan Guru (PKG) Depdikbud Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Beberapa spanduk terpasang pada bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda ini.
Antara lain, spanduk "Guruku Idolaku", "Selamatkan Lingkungan Kita dari Kerusakan dan Pencemaran" dan "Cegah Lingkungan dari Pencemaran dan Kerusakan".
Selain itu, ada satu spanduk berukuran cukup besar dengan foto siswa sedang berbaris dan bertuliskan "Mari Semangat.... Ayo Kerja... Wahai Anak Bangsa!".
Spanduk itu dipasang di dinding depan sekolah agar para siswa bisa gampang membacanya.
SDN 01 Matesih merupakan SD yang melahirkan sosok Ibu Negara dan pahlawan nasional, yakni almarhumah Ibu Tien Soeharto (istri mantan Presiden Soeharto almarhum).
Diberitakan sebelumnya, Ibu Tien yang wafat diJakarta dalam usia 72 tahun (28 April 1996), dahulu dilahirkan di Jaten, Karanganyar, kemudian bersekolah di SD Negeri 01 Matesih.
"Iya, (almarhumah) Ibu Tien Soeharto semasa hidup pernah sekolah di sini (SDN 01 Matesih)," kata penjaga sekolah, Larto saat berbincang dengan TribunSolo.com, Minggu (3/4/2016) siang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sd-matesih-sd-ibu-tien-soeharto_20160424_124150.jpg)