Inilah Alasan Mengapa Kita Harus Mematikan Mesin Saat Mengisi BBM

Peraturan tersebut memang dibuat bukan tanpa alasan.

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Hanang Yuwono
k9-11
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Hanang Yuwono

TRIBUNSOLO.COM - Saat mengisi bahan bakar mesin (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kita diberi peraturan untuk mematikan mesin.

Peraturan tersebut memang dibuat bukan tanpa alasan.

Sebab ternyata mesin kendaraan yang tetap dihidupkan saat mengisi BBM sangat berbahaya.

Resikonya bahkan bisa menimbulkan ledakan.

Apa alasannya?

1. Saat mesin masih hidup di dalam kendaraan ada banyak aliran listrik.

Aliran listrik tersebut seperti aki ke coil dan aliran listrik di kabel busi.

Hal ini sangat berbahaya saat kondisi mesin hidup sambil diisi bahan bakar.

Bahaya BBM yang menetes ke bagian busi berpotensi memercikan api.

2. Berpotensi terjadi electric static dari belt yang berputar.

Fakta ini juga berbahaya apalagi jika ditambah adanya kebocoran dari kabel, serta bunga api dari knalpot.

3. Untuk motor juga tak kalah bahayanya.

Saat ada kabel yang mengelupas di bagian mesin sementara posisi kontak masih on baik mesin hidup atau mati,arus listrik tetap hidup dan mengaliri seluruh wiring kendaraan.

Tanpa adanya pelindung, maka uap bensin yang terdapat di SPBU berpotensi memicu percikan api di bagian kabel yang mengelupas.

Akibatnya bisa menimbulkan ledakan.

Maka untuk itu penting bagi pengendara notor mengecek komponen kabel di kendaraan mereka.

Selain itu, disarankan pengendara untuk turun saat mengisi bahan bakar di SPBU demi meminimalisir resiko yang terjadi.(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved