Ustaz Iim Akan ke Kantor PBNU untuk Memprotes Pernyataan Said Aqil tentang Baasyir

Ustaz Iim mengatakan, ayahnya justru sangat antiterhadap aksi-aksi pemboman di Indonesia, karena Indonesia adalah wilayah damai.

Penulis: Junianto Setyadi | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/DAMANHURI
Anak Abu Bakar Basyir, Abdul Rachim Baasyir (kanan) dan rombongaan, saat hendak membesuk sang ayah di Lapas Gunungsindur, Bogor, Senin (18/4). 

Laporan Reporter TribunSolo.com, Junianto Setyadi

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Ustaz Abdul Rahim Baasyir (Ustaz Iim), anak bungsu Ustaz Abu Bakar Baasyir, akan menyambangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Kamis (28/4/2016) siang nanti.

Ia akan mengklarifikasi sekaligus memprotes Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, yang menyatakan bahwa Baasyir pernah menyuruh anak buahnya membawa bom bunuh diri.

“Pernyataan Said Aqil Siroj yang mengatakan Ustaz Abu Bakar Baasyir menyuruh anak buahnya membawa bom bunuh diri adalah fitnah dan tidak berdasar sama sekali,” kata Iim kepada TribunSolo melalui ponsel, Kamis (28/4/2016) pagi.

Iim, yang juga pengajar di Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, ini memperkirakan dirinya akan tiba di kantor PBNU di Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB nanti.

Adapun pernyataan Said Aqil Siroj yang diprotes Iim itu beredar di media online, Rabu (27/4/2016), setelah Said bertemu Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla di Jakarta.

Ketua Umum PBNU tersebut bertemu Jusuf Kalla untuk membahas isu-isu nasional, salah satunya isu radikalisasi di Indonesia.

Said dikutip menyatakan bahwa  terpidana perkara terorisme, Abu Bakar Baasyir, hanya bisa menyuruh para anak buahnya untuk meledakkan diri dengan bom dalam aksi teror.

Menurut Said, Baasyir sendiri malah marah saat anak buahnya meminta dirinya mencoba lebih dahulu aksi bom bunuh diri

Wilayah Damai

Ustaz Iim mengatakan, ayahnya justru sangat antiterhadap aksi-aksi pemboman di Indonesia, karena Indonesia adalah wilayah damai.

“Menurut Ustaz Abu (panggilan akrab Baasyir, Red), Indonesia harus digarap dengan dakwah menyadarkan masyarakat Muslimnya dan mengajak mereka untuk kembali kepada nilai-nilai agamanya dan mengamalkan Syariat Islam dalam kehidupan sehari,” katanya.

Jadi, ujar Iim, bom bukan solusi bagi upaya menegakkan Islam di Indonesia karena justru akan sangat memojokkan Islam dan memberikan kesempatan bagi kalangan anti-Islam untuk mencoreng nama baik Islam melalui aksi-bom oleh orang Islam.

“Ini sikap Ustaz Abu Bakar Baasyir yang sebenarnya,” kata Iim. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved