Dua pihak yang berseteru di Keraton Surakarta Sama-sama Menggelar Jumenengan

Para abdi dalem mengenakan busana adat Jawa, lengkap dengan keris.

Tayang:
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/FACUNDP CHRYSNHA PRADIPHA
Para sentana dalem dan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta berjalan di karpet merah di sekitar Sasana Prabu, Kraton Kasunanan Surakarta, Selasa (3/5/2016) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -  Dua pihak yang berseteru di Keraton Surakarta, kini mengadakan dua upacara adat jumenengan atau peringatan kenaikan tahta, Selasa (3/5/2016) siang.

Biasanya, acara ini disebut sebagai tingalan jumenengan dalem.

Pihak pertama adalah pihak Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwana (PB) XIII alias Hangabehi, yang menggelar jumenengan di Sasana Prabu Keraton Kasunanan Surakarta.

Pihak lain adalah kubu yang mendukung adik PB XIII, yaitu KGPH Puger, menggelar acara serupa di Sasana Sewaka Keraton Kasunanan.

Saat berita ini ditulis, pukul 10.00 WIB, di Sasana Prabu sedang berlangsung penampilan tari dari Reog Ponorogo.

Gerbang Sasana Prabu dihias dengan daun-daun kelapa dan karpet merah sepanjang sekitar 25 meter.

Karpet merah tersebut sebagai jalur berjalan tamu PB XIII dari daerah Provinsi Lampung.

Ratusan abdi dalem berbaris memanjang di utara karpet merah.

Para abdi dalem mengenakan busana adat Jawa, lengkap dengan keris.

Menurut informasi dari pihak PB XIII, Begug Purnomo Sidi, dalam tingalan jumenengan dalem aka nada acara penyerahan kekancingan.

"Prosesi acara nanti hanya penyerahan kekancingan," kata mantan bupati Wonogiri, Jateng, tersebut. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved