Masih Ingat Sinetron Keluarga Cemara? Tiga Anak Abah dan Emak Sudah Menikah Lo

Keluarga Cemara yang merupakan potret keluarga sederhana ini sempat menghiasi layar kaca selama beberapa tahun.

Tayang:
Penulis: Noorchasanah Anastasia Wulandari | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
net
Sinetron Keluarga Cemara yang sempat hits tahun 90-an. 

TRIBUNSOLO.COM - Masih ingat dengan sepenggal lirik lagu ini?

Harta yang paling berharga adalah keluarga.

(BACA JUGA: Lebih Keren dan Ganteng Siapa, Bagus Permadi Anak Nunung Atau Rizky Febian Anak Sule?)

Istana yang paling indah adalah keluarga.

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga.

Mutiara tiada tara adalah keluarga.

Ya, ini merupakan lirik lagu yang mengisi soundtrack dari sebuah sinetron.

Sinetron berjudul Keluarga Cemara yang sempat hits di tahun 90-an.

Tidak hanya sinetronnya, lagu ini pun juga masih terngiang hangat di telinga kita.

Lagu ini ditulis oleh pemeran Emak loh.

(BACA JUGA: Hal Mengerikan Ini Akan Terjadi Jika Ilmu Fisika Tidak Pernah Ada)

Siapa lagi kalau bukan Novia Kolopaking.

Bahkan Emak juga yang menyanyikan lagu legendaris ini.

Sinetron Andalan


Keluarga Cemara yang merupakan potret keluarga sederhana ini sempat menghiasi layar kaca selama beberapa tahun.

Sinetron ini tayang perdana pada 1996 dan berakhir pada 2005.

Keluarga Cemara berhasil menghibur pemirsa setia televisi tanah air dengan menyajikan sebanyak 412 episode dari 3 season.

Sinetron ini juga berani melawan arus.

Lantaran saat itu juga bermunculan sejumlah sinetron lainnya.

Namun hanya memunculkan unsur kemewahan dan segalanya.

Membawa misi berbeda, sinetron Keluarga Cemara tetap bisa merebut hati pemirsa televisi di tanah air.

Kisah Sederhana

Sinetron ini memiliki jalan cerita yang konsisten.

Menceritakan kehidupan sebuah keluarga sederhana yang hidup di tengah desa.

Pasangan suami-istri yang memiliki 3 anak perempuan yang masih bersekolah.

Diceritakan, si anak sering membantu ibunya untuk berjualan opak sambil bersekolah.

Sedangkan sang ayah harus membanting tulang dengan menarik becak.

Hiburan

Sinetron ini menjadi hiburan tersendiri bagi pemirsa tanah air.

Memiliki cerita menarik dan sederhana.

Tidak hanya itu, potret keluarga ini bisa menjadi contoh dan kebanggaan sebuah keluarga yang harmonis.

Tak ayal, kehadiran sinetron ini selalu ditunggu setiap episodenya.

Dibayar Rp 200 Ribu

Cerita dan akur sinetron ini ditulis oleh Arswendo Atmowiloto.

Hits di era 90-an dan berhasil menyita perhatian masyarakat karena kesederhanaan sebuah keluarga.

Tidak hanya ceritanya yang sederhana.

Dikutip dari sebuah tayangan program di stasiun televisi tanah air, bayaran para pemeran saat awal main juga cukup sederhana.

Yakni dibayar Rp 200 ribu per episodenya.

Tapi mungkin zaman dulu itu sudah banyak ya?

Produksi per episode Rp 40 Juta

Dikabarkan sinetron Keluarga Cemara juga menghabiskan biaya yang cukup banyak.

Meski bukan sinetron kejar tayang karena dikerjakan secara hati-hati untuk hasil yang matang.

Per episodenya pun, sang produser mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 35-40 juta, di luar bayaran pemain.

Sekali lagi, mungkin besaran biaya itu cukup mahal kali ya jika di zaman itu?

Kabar Pemeran

Jika kamu dulu penggemar setia sinetron ini, pasti tahu dong siapa saja pemerannya?

Terlebih pemeran utamanya.

Lalu apa kabar dengan mereka sekarang ya?

Masih kah mereka eksis di dunia pertelevisian atau perfilman?

Seluruh pemain hampir memiliki perubahan drastis loh

Yuk, simak satu per satu.

Adi Kurdi


Pria berusia 68 tahun ini berperan sebagai Abah di sinetron Keluarga Cemara.

Abah adalah panggilannya sebagai seorang ayah.

Aktor kelahiran tahun 1948 ini sepertinya memang pantas disebut sebagai aktor legendaris.

Dari era Keluarga Cemara menjadi tayangan favorit hingga sekarang, ia masih aktif di dunia perfilman dan sinetron.

Terakhir kalo diketahui, ia membintangi sebuah film yang rilis pada 2015 lalu.

Novia Kolopaking


Seperti diketahui, perempuan ini berperan sebagai sosok ibu di sinetron Keluarga Cemara.

Ia kerap dipanggil dengan sebutan Emak.

Novia kini tengah tinggal di Kota Yogyakarta bersama sang suami, Emha Ainun Nadjib.

Ia kerap menemani kegiatan suami yang tergabung dalam grup Kiai Kanjeng untuk manggung ke berbagai daerah.

Perempuan ini juga merupakan ibu tiri dari Sabrang Mowo Damar Panuluh.

Atau lebih populer dengan nama Noe, yang merupakan vokalis grup band Letto.

Ceria Hade


Berperan sebagai anak sulung abah dan emak di sinetron Keluarga Cemara.

Ia dikenal dengan panggilan Teh Euis.

Teh Euis pun memiliki karakter penyayang terhadap adik-adiknya.

Saat berakting di sinetron ini, ia duduk di bangku SMP.

Kini Teh Euis telah dewasa.

Ia juga sudah membina rumah tangga dan menjadi seorang ibu.

Anisa Fujianti


Melihat nama ini tentu juga sedikit asing kan?

Inilah sosok Cemara di sinetron Keluarga Cemara.

Ia biasa dipanggil dengan sebutan Ara.

Anisa menjalani perannya sebagai Ara saat ia masih berusia 5 tahun.

Sebagai anak kedua abah dan emak, Ara menjadi tokoh yang kuat di sinetron ini.

Tidak berbeda dengan Teh Euis, kini Ara dewasa juga telah membina rumah tangga.

Pudji Lestari


Perempuan cilik menggemaskan ini adalah anak ketiga alias bungsunya abah dan emak.

Bernama Agil, yang memiliki karakter sedikit manja dan centil.

Sosok pemeran Agil ini pu juga telah tumbuh dewasa dan cantik.

BACA JUGA: Rayakan Kelulusan dengan Berpose ala Wanita Seksi, Siswa SMA Ini Dihujat Netizen

Ia juga cukup terbilang aktif di media sosial.

Kini ia telah menikah dan memiliki anak.

Potret keluarganya pun sering ia unggah melalui akun Instagramnya. 

Ada yang Ngompol Saat Syuting

Produser sekaligus penulis cerita Keluarga Cemara, Arswendo Atmowiloto memiliki cerita unik dan menarik.

Ia pernah menceritakan pengalamannya saat syuting pertama kali dengan anak-anak.

Lantaran berakting di usia yang masih sangat kecil, para pemain sering gugup.

Ada yang pernah ketiduran juga saat syuting.

“Saat syuting, ada yang ngompol, pernah ada yang ketiduran.” kata Arswendo Atmowiloto seperti dikutip dari Pantau.

Rumah Keluarga Cemara


Mungkin kalian ingat dengan suasana rumah asri ini.

Rumah Keluarga Cemara yang masih memiliki suasana alami dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Ternyata kru sinetron Keluarga Cemara harus rela jauh-jauh untuk mendapatkan rumah ini.

Rumah ini berlokasi di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Sang produser, Arswendo Atmowiloto memang sengaja mencari rumah yang memiliki pemandangan alamnya.

Tidak hanya mencari rumah, mencari pemeran pun juga sulit.

Karena tim produksi Keluarga Cemara melakukan kasting kepada orang-orang baru, yang sama sekali belum pernah terjun di dunia layar kaca.

Namun terbukti kan, Keluarga Cemara menjadi sinetron favorit masyarakat tanah air.

Bahkan selalu ditunggu kelanjutan episodenya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved