Di Jerman, Saat Macet Pengemudi Pinggirkan Kendaraan Agar Ambulance Bisa Lewat. Gimana di Indonesia?
Jika di Indonesia, jangankan mau minggir ke tepi jalan, para pengemudi justru membunyikan klakson berkali-kali agar bisa keluar dari kemacetan.
Penulis: Rifatun Nadhiroh | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM - Jika Anda pernah membaca berita seorang Ibu di Jambi meninggal karena ambulance yang ia tumpangi tidak diperbolehkan lewat karena jalan diblokir Anda pasti juga berpendapat betapa warga yang memblokir jalan tersebut tak punya rasa kemanusiaan.
Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Jerman.
Di Negara tersebut, pengendara mobil yang terkena macet di jalan Tol, akan sukarela memarkirkan mobil mereka di tepi kanan maupun kiri badan jalan, agar kendaraan darurat seperti ambulance bisa mudah melewati kemacetan.
Jika di Indonesia, jangankan mau minggir ke tepi jalan, para pengemudi justru membunyikan klakson berkali-kali agar bisa keluar dari kemacetan.
Dilansir dari akun Facebook bernama Tag Doctors, foto yang menggambarkan kondisi kemacetan di sebuah jalan tol di Jerman ini telah menarik perhatian ribuan netizen.
Foto yang diunggah pada 6 Mei 2016 lalu diberi caption seperti berikut.
"Peduli,
Di Jerman saat ada kemacetan di jalan tol, para pengendara akan menepikan kendaraanya di pinggir (paling kanan dan kiri) dan membuat ruang di tengah (inisiatif, tanpa komando).
Tujuannya memberikan tempat untuk kasus Emergency seperti perjalanan Ambulance, evakuasi, kebakaran dan kasus lainnya, agar ada kesempatan untuk lewat, meski di kemacetan,"
Pengguna Facebook dari Indonesia pun memberikan komentar-komentarnya:
"Kl di negara qta yg ada pd ngikutin ambulance biar ikut cpt hahaha bnr2 berbeda," tulis akun bernama Maya Martianti Noerkolby.
"Kl di Indonesia jg gitu,, mobilnya di pinggirin, tp yg mogok doang,, huahahaha," komentar dari Ozette Acoustic.
"Negara maju..berpikiran maju..," tulis Rusvi Respati.
"Kata siapa itu inisiatif tanpa komando, mereka yg di jerman nyetir bkn hanya belajar nyetir tp memang sudah ada pendidikan mengemudi, gak sprti di indo yg hanya mementing kn sim saja.," komentar Baydowii.
Bagaimana menurut Anda apakah di Indonesia bisa meniru pengemudi Jerman nggak ya? (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kemacetan_20160512_142332.jpg)