Bangun SDM Unggul Berbasis Spiritual dan Kearifan Lokal Jadi Tema Workshop PT BPR Klaten Sejahtera

Sehingga diharapkan seluruh pelaku industri BPR harus memahami dan melaksanakan seluruh aturan yang ada.

Penulis: Labibzamani | Editor: Hanang Yuwono
IST
Direktur Amalia Consulting, Suharno dalam workshop di PT BPR Klaten Sejahtera. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Membangun SDM BPR Unggul Berbasis Spiritual dan Kearifan Lokal menjadi tema workshop PT BPR Klaten Sejahtera di Merapi Resto Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (14/5/2016).

Kegiatan diselenggarakan bekerja sama dengan Amalia Consulting diikuti 54 peserta terdiri dari jajaran pemegang saham, komisaris, direksi, kabag dan kasubag, serta seluruh karyawan.

Direktur Utama BPR Klaten Sejahtera, Kotot Tamtama, menyatakan, industri BPR full regulated, sangat ketat diatur berbagai regulasi utamanya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sehingga diharapkan seluruh pelaku industri BPR harus memahami dan melaksanakan seluruh aturan yang ada.

Untuk itu, lanjut dia, kualitas SDM-nya harus selalu di upgrade secara terus menerus, serta memiliki integritas yang tinggi.

“BPR Klaten Sejahtera, Alhamdulillah dalam kurun waktu enam tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan sangat signifikan, baik dari sisi pertumbuhan aset, pendapatan, laba maupun penghimpunan dana dan pelemparan kredit," katanya dalam rilis yang diterima TribunSolo.com, Minggu (15/5/2016).

"Mari kita jaga kepercayaan masyarakat ini dengan sebaik-baiknya, maka tindakan fraud sekecil apapun akan ditindak secara tegas," ungkap Kotot.

Direktur Amalia Consulting, Suharno, membawakan materi tentang motivasi berprestasi, komunikasi efektif, pelayanan prima, pemasaran dan penjualan secara interaktif dan atraktif.

Materi itu disampaikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang membangun SDM yang unggul.

Pemegang saham pengendali, Rahmat Ali, memotivasi, agar tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang sudah diraih saat ini.

Tetap bekerja keras, bekerja ikhlas, serta kreatif dan inovatif agar BPR Klaten Sejahtera bisa tumbuh menjadi BPR yang sehat dan besar.

“Bekerja jangan selalu itung-itungan secara finansial, namun bekerjalah dengan ikhlas, dengan niat memberikan manfaat bagi orang lain, Insya Allah hidup akan berkah," kata dia.

Sementara diakhir workshop dihasilkan SAPTA KOMITMEN, yaitu bekerja untuk ibadah, displin dan bertanggung jawab, bekerja penuh loyalitas tinggi, bekerja dengan integritas tinggi, mau belajar, kreatif dan inovatif, melakukan pelayanan prima dan bekerja dengan ikhlas dan selalu bersyukur.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved