Sukses Berbisnis Shuttlecock, Maridi Merintis Usahanya Ini Mulai dari Nol
Semua kebutuhan dan pembuatan kok kala itu ia kerjakan sendiri dan belum memiliki karyawan seperti sekarang.
Penulis: Labibzamani | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Maridi (65) warga RT 003, RW 008 Makam Bergolo, Serengan, Surakarta, Jawa Tengah, merupakan sosok pekerja keras.
Sebelum sukses dan memiliki banyak karyawan, Maridi merintis usaha pembuatan shuttlecock alias kok dari bawah.
Dia mengaku pernah bekerja di sebuah pabrik pembuatan shuttlecock.
Namun lelaki berbadan gempal ini tidak menyebutkan di mana perusahaan tempat pertama kali belajar membuat salah satu perlengkapan olah raga bulutangkis.
"Kira-kira tahun 1980-1981 saya membuka usaha pembuatan kok," kata Maridi di tempat usahanya di Serengan, Solo, Jawa Tengah.
Merek dagang untuk usaha pembuatan kok ia beri nama Adinda Shuttlecock.
Semua kebutuhan dan pembuatan kok kala itu ia kerjakan sendiri dan belum memiliki karyawan seperti sekarang.
"Saya jual keliling kampung menggunakan sepeda kebo, soalnya pada saat itu belum memiliki kendaraan," ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan kini Maridi telah memiliki sekitar 30 karyawan.
Para karyawan ini telah diberi tugas masing-masing, mulai dari proses pembuatan sampai pengepakan atau packing.
Dalam sebulan bisa memproduksi sampai 1.000 slop shuttlecock.
Satu slop berisi 12 biji kok.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/maridi_20160518_163125.jpg)