MI Muhammadiyah Ngombakan Diduga Dibakar
Muhammadiyah Sukoharjo Berharap Siswi Pembakar Madrasah Ngombakan Tak Dihukum
Menurut Wiwoho, orang yang diduga sering membully VRR bukan temannya sesama siswa atau siswi MI Muhammadiyah Ngombakan melainkan dari sekolah lain.
Penulis: Junianto Setyadi | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Pihak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Ngombakan maupun Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sukoharjo Kabupaten memaafkan perilaku VRR (11).
VRR adalah siswi kelas V madrasah itu, yang diduga telah membakar MI Muhammadiyah Ngombakan.
Karena itulah, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo, Wiwoho Aji Santoso, berharap masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tidak perlu sampai ke jalur hukum.
“Menurut kami, anak itu adalah pelaku sekaligus korban,” katanya ketika diwawancara TribunSolo.com melalui ponsel, Senin (23/5/2016) malam.
Disebut korban karena VRR bertindak di luar kebiasaan anak-anak seusianya, diduga setelah merasa kesal karena dibully kawannya.
Seperti diberitakan, pelaku dugaan pembakaran MI Muhammadiyah di Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo, Senin (23/5/2016) subuh, ternyata seorang siswi kelas lima madrasah tersebut.
Cewek berinisial VRR (11) itu diduga kesal karena sering dibully alias diejek kawan-kawan sekelasnya sehingga kemudian nekat membakar ruang kelasnya.
Namun, menurut Wiwoho, orang yang selama ini diduga sering membully VRR bukan temannya sesama siswa atau siswi MI Muhammadiyah Ngombakan melainkan dari sekolah lain.
“Informasi yang kami terima, dia pernah dibully secara fisik sehingga badannya biru-biru (lebam, Red),” katanya.
Wiwoho mengatakan, beberapa saat setelah polisi mengungkap bahwa pelaku pembakaran adalah VVR, pihaknya bersama pimpinan madrasah melakukan pertemuan dengan orangtua VVR.
Hadir juga dalam pertemuan itu, wakil dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Polokarto, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ngombakan.
Menurut Wiwoho, dalam forum itu orangtua VVR meminta maaf atas kenakalan sang anak.
“Kami memahami, dan dapat memaafkan,” katanya.
Wiwoho menambahkan, Muhammadiyah telah menunjuk psikolog perempuan maupun untuk mendampingi VVR dari sisi psikologi selama berurusan dengan kepolisian, dan unsur pemuda (dari Pemuda Muhammadiyah) untuk hal-hal berkaitan dengan hukum.
"Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan," kata Wiwoho, yang mengaku punya banyak pengalaman dalam hal pendidikan anak maupun remaja. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kebakaran-mim-ngombakan_20160523_124728.jpg)