Radang Tenggorokan Mengintai di Pergantian Musim, Ini Cara Penyembuhannya

Kondisi itu membuat tubuh kita mudah dimasuki oleh virus, bakteri dan debu yang menyerang kekebalan tubuh kita.

Editor: Daryono
TribunJogja
Ilustrasi radang tenggorokan 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - Perubahan cuaca ekstrim memicu penurunan daya tahan tubuh.

Kondisi itu membuat tubuh kita mudah dimasuki oleh virus, bakteri dan debu yang menyerang kekebalan tubuh kita.

Satu di antara yang kerap mengganggu adalah radang tenggorokan.

"Sakit banget kalau menelan makanan, kayak ada yang ganjel di tenggorokan," keluh Muhammad Rizki.

Mahasiswa Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang ini mengaku kerap mengalami radang tenggorokan.

Bahkan, Rizky bisa memprediksi datangnya radang tenggorokan.

"Saking seringnya, saya tahu akan terkena radang misalkan habis makan gorengan yang jumlahnya banyak ditambah minum es teh di warungan. Pasti, besoknya radang hee..," paparnya.

Tidak hanya itu, saat flu melanda pun tenggorokan Rizky ikut sakit.

Kondisi ini membuat dia harus mengantongi sejumlah minuman larutan dan vitamin.

"Pernah, suatu hari, sudah minum vitamin dan minuman larutan tetap sakit. Mau tidak mau ke dokter. Alhamdulillah, dua hari setelah itu sudah bisa makan apa saja," paparnya.

Selama sakit, Rizki hanya bisa makan makanan lunak semisal bubur atau biskuit.

"Sekarang sudah bisa makan nasi padang," ujar Rizky saat berkunjung ke Pusat Informasi Publik Semarang, belum lama ini.

Rasa sakit saat menelan makanan juga dirasakan Febby Idra Maheswari.

Pegawai swasta ini menceritakan, tenggorokannya sakit seusai makan makanan ringan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved