Mengapa Orang Indonesia Menyebut Egypt: Mesir, Greece: Yunani, Netherland: Belanda? Ini Alasannya

Nah, ternyata alasan penamaan tersebut berkaitan dengan sejarah bangsa kita.

Tayang:
Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Hanang Yuwono
NET
Ilustrasi - Sisa peradaban Yunani 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Hanang Yuwono

TRIBUNSOLO.COM - Soal penamaaan nama negara, Indonesia memang memiliki tardisi unik dengan penamaan yang berbeda dari standar Internasional.

Seperti kita ketahui, nama negara seperti Greece jika di Indonesia disebut Yunani, England menjadi Inggris, Egypt menjadi Mesir, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Bersama Kaesang, Jokowi Tepergok Belanja di Harco Mangga Dua

Padahal secara pelafalan negara-negara tersebut memiliki pola berbeda.

Nah, ternyata alasan penamaan tersebut berkaitan dengan sejarah bangsa kita.

Bagaimana bisa? Berikut TribunSolo.com jelaskan asal usul penamaan negara tersebut dirangkum dari berbagai sumber:

1. Greece: Yunani

Mengapa Greece disebut dengan nama Yunani oleh banyak orang Indonesia?

Sejarah dimulai 2.000 tahun lalu, di mana nama Yunani terilhami oleh kawasan berjuluk Iona, negara yang berdekatan dengan benua Asia (tepatnya Turki).

Iona kala itu dihuni oleh orang yang berasal dari Attica.

Kemudian orang Turki mulai menyebut orang-orang tersebut dengan nama Yunan dan menyebut nama negaranya dengan sebutan Yunanistan.

Hal ini kemudian dibawa sampai ke Indonesia dan bangsa Melayu lainnya, hingga pada akhirnya orang Indonesia lebih akrab dengan nama Yunani ketimbang Greece.

2. Egypt: Mesir

Negara kedua adalah Egypt yang disapa Mesir.

Padahal kita tahu dari segi bahasa kedua nama ini melenceng jauh.

Tanah Egypt juga dikenal dengan nama Mashr, mengacu pada tulisan Arab yang menjelaskan jika orang pertama yang menghuni Mesir bernama Mashr alias Mashryem bin Markabil bin Duwabil bin Uryab bin Adam AS.

Sumber kedua menjelaskan jika nama Mashr diambil dari nama Mashram bin Ya’rawusy al-Jabbar bin Mashr-yem bin Markabil bin Duwabil bin Uryab bin Adam AS.

Sedangkan pendapat ketiga menjelaskan jika nama ini diambil dari nama Mashr bin Binshir bin Ham bin Nuh AS.

Entah mana yang benar, yang jelas bangsa Arab banyak yang sepakat nama orang bernama Mashr adalah orang pertama yang menemukan Mesir atau Egypt.

3. Netherland: Belanda

Nama Netherland menjadi Belanda punya tiga versi sejarah.

Versi pertama nama Belanda diserap dari kata Blonde (pirang).

Blonde yang berasal dari kosa kata Inggris lantas dilafalkan sebagai Londo oleh orang Indonesia.

Versi kedua Belanda diserap dari kata Holland yang notabene adalah nama kota di Belanda.

Orangnya biasa disebut Hollander.

Versi ketiga mengatakan jika nama Belanda muncul dari peristiwa Mudzakrah ulama Melayu tahun 1650 M di Palembang dalam rangka memperkuat persatuan saat dijajah Belanda.

Dari peristiwa tersebut munculah istilah 'belah nde' yang bermakna memecah keluarga.

Versi keempat, nama Belanda diambil dari bahasa Portugis dan Spanyol yakni Holanda.

Nama Holanda lama kelamaan dieja menjadi Wolanda dan berkembang menjadi Walanda.

4. England: Inggris

Mengapa nama England dikatakan sebagai Inggris?

Meskipun belum ada informasi yang valid mengenai penamaan ini, namun dari banyaknya cerita yang beredar adalah karena pengaruh Jepang.

Sebelum Jepang datang, hingga tahun 1941 Indonesia masih menyebut Inggris dengan sebutan Britanija.

Kemudian Jepang mulai memperkenalkan istilah English dan melafalkannya dengan nama 'ing-gu-ris' dan berevolusi menjadi Inggris oleh lidah orang Indonesia.

Baca Juga: Inilah Nama Daerah di Indonesia Saat Penjajahan Belanda

Bicara soal penamaan yang khas untuk sebuah daerah, negara, atau kota, ternyata Belanda juga punya sebutan unik yang khas untuk berbagai Kota di Indonesia lo.

Penjajahan Belanda di Indonesia yang dicatatkan dalam sejarah banyak menurunkan berbagai tradisi.

Mulai dari infrastruktur, hingga penamaan nama tempat, bangunan, ataupun jalan.

Berikut ini TribunSolo.com rangkum berbagai nama daerah yang pernah dinamakan ala negeri Kincir Angin.

Jakarta : Batavia

Bogor, Jawa Barat: Buitenzorg

Banda Aceh, NAD: Koetaradja

Tanah Gayo, NAD: Van Daalen-Gebergte

Pancurbatu, Sumatera Utara: Arnhemia

Bukittinggi, Sumatera Barat: Fort de Kock

Batusangkar, Sumatera Barat: Fort van der Capellen

Pagarruyung, Sumatera Barat: Fort van den Bosch

Teluk Bayur, Sumatera Barat: Emmahaven

Bengkulu, Bengkulu: Bencoolen

Bandar Lampung, Lampung: Oosthaven

Merak, Banten: Sint-Nicolaas Punt

Ujung Kulon , Banten: Java's Eerste Punt

Pulau Sanghiang, Banten: Verlaten Eiland

Pulau Panjang, Banten: Lang Eiland

Pulau Kapal, DKI Jakarta: Onrust Eiland

Pulau Bidadari, DKI Jakarta: Purmerend Eiland

Ambarawa, Jawa Tengah: Fort Willem I

Ambon, Maluku: Amboina

Puncak Jaya, Papua: Carstensz-Pyramid

BACA JUGA: Jadi Viral, Foto Karya Blogger Solo Ini Dimanfaatkan oleh Akun Fb Tertentu Demi Keuntungan Pribadi

Puncak Trikora, Papua: Wilhelmina-top

Untungnya negara kita bisa terbebas dari penjajahan Belanda, sehingga kita tidak kerepotan saat mengeja nama-nama tersebut. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved