Petinju Legendaris Muhammad Ali Wafat

20 Fakta Seputar Muhammad Ali dan Kesannya Terhadap Indonesia

Aksi di ring yang menawan, sikap eksentrik, dan pernyataan-pernyataan kontroversialnya menjadikan Ali sebagai salah satu ikon tinju sepanjang masa.

Tayang:
Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Hanang Yuwono
IST/Esquire
Muhammad Ali 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Hanang Yuwono

TRIBUNSOLO.COM - Kabar duka menyelimuti olahraga tinju dunia, di mana petinju legendaris, Muhammad Ali dinyatakan meninggal dunia pada usia 74 tahun, Jumat (Sabtu, 4 Juni 2016 WIB).


Pugil

Seperti diketahui, Muhammad Ali selama 12 tahun terakhir berjuang melawan penyakit parkinson yang dideritanya.

Berkarir selama beberapa dekade di ring tinju, membuat namanya begitu melegenda di kalangan peecinta tinju dunia.

Aksinya yang menawan, sikap eksentrik, dan pernyataan-pernyataan kontroversialnya menjadikan Ali sebagai salah satu ikon tinju sepanjang masa.

Begitupun soal kehidupan dan karirnya, petinju yang satu ini juga memiliki segudang pengalaman baik pengalaman manis maupun pil pahit.


AP Photo

Bahkan dalam catatan sejarah, Muhammad Ali beberapa kali berkunjung di Indonesia dan mengutarakan kesannya.

Berikut TribunSolo.com sajikan fakta seputar Muhammada Ali, dilansir dari laman Wikipedia:

1. Petinju nyentrik ini lahir pada tanggal 17 Januari 1942, dengan nama Cassius Marcellus Clay.

2. Keluarga Muhammad Ali tidak memiliki background id bidang tinju, sebab ayahnya hanyalah seorang pelukis papan iklan papan iklan dan rambu lalu lintas, sedangkan ibunya yang bernama Odessa Grady Clay adalah seorang pencuci pakaian.

3. Awal mula Cassius Clay alias Muhammad Ali berlatih tinju adalah karena sepeda BMXnya dicuri, kala itu ia berusia 12 tahun dan melaporkannya pada Joe Martin seorang polisi yang notabene juga pelatih tinju di Louisville.

4. Di bawah bimbingan Joe Martin, Cassius Clay sangat antusias berlatih tinju.

5. Gelar pertama yang ia raih adalah medali emas kelas berat ringan di Olimpiade 1960 Roma, Italia.

6. Selanjutnya pada 25 Februari 1964, Cassius Clay merebut gelar juara dunia kelas berat dengan menang TKO ronde 7 dari 15 ronde yang direncanakan atas Sonny Liston di Florida, Amerika Serikat, di mana Liston mengalami cedera leher yang membuatnya undur diri dari pertandingan.

7. Ali menikahi Sonji Roi pada tanggal 14 Agustus 1964, namun kemudian bercerai pada 10 Januari 1966 karena Ali menganggap pakaian Roi kurang Islami.

8. Kemudian Ali menikahi Belinda Boyd pada 17 August 1967.

Hasil pernikahan ini adalah 3 anak, Jamilah dan Rasheda (putri kembar) dan Muhammad Ali, Jr.

Sayangnya, Ali dan Belinda akhirnya bercerai karena Belinda mendapati Ali berselingkuh dengan Veronica Porche Anderson.

9. Kemudian pascamenang atas Liston, dia mengumumkan pernyataan mengejutkan seputar pergantian nama dan agama barunya, dari Cassius Clay menjadi Muhammad Ali, begitupun agam yang dipeluknya menjadi muslim.

10. Saat bertanding ulang melawan Liston, Muhammad Ali mengeluarkan pukulan yang kelak dikenal dengan nama phantom punch, lantaran pukulan ini sangat cepat dan tidak tampak mengenai Liston namun berhasil merobohkannya.

11. Muhammad Ali diberikan skorsing pada tahun 1967-1970 oleh Komisi Tinju lantaran menolak program wajib militer pemerintah AS.

12. Pertandingan terbaik yang pernah dilakukannya adalah pada 1 Oktober 1975, di mana ia melawan Fraizer III yang berlangsung menegangkan.

13. Di tahun 1977 Ali menikah dengan Veronica Porche Anderson dan memiliki dua putri bernama Hanna dan Laila Ali.

Kelak Laila Ali bakal meneruskann kiprahnya menjadi petinju wanita, dan menjadi juara dunia tinju wanita.

14. Ali pada 15 September 1978 berhasil mengalahkan Leon Spinks dengan angka 15 ronde di New Orleans sekaligus mengukuhkan diri sebagai petinju pertama yang merebut gelar juara kelas berat sebanyak 3 kali.

15. Ali menyatakan mengundurkan diri dari tinju di tahun 1979 sehingga gelar tahun tersebut dinyatakan kosong.

16. Ali melakukan comeback pada 2 Oktober 1980 dengan melawan bekas kawan latih tandingnya, Larry Holmes, yang kemudian menjadi juara dunia kelas berat dalam pertandingan yang diberi judul "The Last Hurrah".

17. Sebenarnya dari laporan medis Mayo Clinic, Ali dinyatakan menderita gejala sindrom Parkinson seperti tangan yang gemetar, bicara yang mulai lamban, serta ada indikasi bahwa ada kerusakan pada selaput (membran) di otak Ali, naasnya Don King merahasiakan hasil medis ini.

18. Dr. Ferdie Pacheco, dokter pribadi Ali selama puluhan tahun sudah memperingatkannya sebelum pertandingan melawan Larry Holmes, namun Ali tak mau mendengarkannya sehingga terpaksa Pacheco memilih mundur.

19. Pacheco juga mengungkapkan selama latihan Ali sempat kencing darah akibat kerusakan ginjal terkena pukulan.

20. Ali yang masa keemasannya sudah lewat, pada 11 Desember 1981 kembali ke ring tinju untuk melawan Trvor Berbick, di mana dia tampil bagus meski kalah.

Selanjutnya ia memutuskan pensiun 100 persen dari dunia tinju.

Muhammad Ali dan Kesannya pada Indonesia


Kunjungan kedua Muhammad Ali (dua dari kiri) ke Indonesia pada 1996, setelah 1973. Petinju legendaris itu bertemu dengan Menteri Penerangan harmoko (dua dari kanan)
Wikipedia

Petinju legendaris ini tercatat dalam sejarah pernah menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 1973.

Tercatat pada tanggal 20 Oktober 1973, Muhammad Ali membuat tidak berdaya petinju Rudi Lubbers dalam pertandingan tinju kelas berat yang digelar di Istora Senayan, Jakarta.

Ali juga memberikan kesannya perihal Indonesia, di mana dia menganggap Indonesia adalah negara yang unik, di mana penduduknya sangat bersahabat, dan selalu tersenyum kepada siapapun.

Pascapensiun, Ali pernah berkunjung di Indonesia tepatnya di era Presiden Soeharto pada 23 Oktober 1996.

Dalam kunjungan ini, Ali sempat bertemu dengan para pejabat tinggi di Era Soeharto. (*)


abcnews
Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved