SMP Diharapkan Berperan Aktif dalam Memenuhi Kuota Siswa Keluarga Miskin

Sebagai pertimbangan pihak sekolah, lanjut Unggul, siswa gakin yang memiliki kecerdasan tinggi diarahkan untuk didaftarkan di SMAN

SMP Diharapkan Berperan Aktif dalam Memenuhi Kuota Siswa Keluarga Miskin
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Siswa SMPN 1 Surakarta mengikuti pelatihan ujian di dalam ruang kelas sebelum ujian berlangsung, Selasa (10/5/2010). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sekolah Menengah Pertama (SMP) diharapkan ikut berperan aktif dalam memenuhi kuota keluarga miskin (gakin) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2016.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Surakarta, Unggul Sudarmo,Selasa (7/6/2016).

"Pihak SMP khususnya kepala sekolah atau guru Bimbingan Konseling (BK), harus ikut aktif dalam proses pencarian sekolah siswa mereka, khususnya siswa yang masuk gakin," kata Unggul.

Pada PPDB 2016 siswa gakin tidak hanya berpatokan pada Surat Keputusan (SK) Wali Kota Solo tentang gakin.

Jika siswa gakin tidak masuk dalam SK Wali Kota, Unggul mengatakan, kepala sekolah bahkan tidak perlu menyertakan surat keterangan dari lurah atau pun pengantar dari RT/RW.

"Jadi kalau kepala sekolah atau guru BK, atau pun guru kelasnya tahu benar kondisi siswa itu gakin, khususnya warga Solo, namun tidak masuk dalam SK Wali Kota, silakan kepala sekolah, guru BK, atau pun guru kelasnya aktif mendaftarkan siswa tersebut ke SMAN atau SMKN yang dituju," tegas Unggul.

"Jangan menunggu anak untuk bertanya tapi diharapkan sekolah aktif," tambahnya.

Kuota siswa gakin sendiri untuk SMAN tahun ini sebesar 25 persen dari daya tampung sekolah.

Sedangkan untuk SMKN, kuota siswa gakin ditetapkan sebesar 30 persen dari daya tampung sekolah.

Sebagai pertimbangan pihak sekolah, lanjut Unggul, siswa gakin yang memiliki kecerdasan tinggi diarahkan untuk didaftarkan di SMAN, sementara siswa gakin yang dari sisi akademik kurang, disarankan untuk didaftarkan di SMKN.

"Harapannya supaya siswa yang kecerdasannya kurang ini bisa dilatih skill di SMK," pungkas Unggul. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved