Banjir Solo, Apa yang Beda Sebelum dan Setelah Jokowi Jadi Presiden
Banjir terjadi di wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah langganan banjir.
Penulis: Junianto Setyadi | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tanpa bermaksud mengecilkan arti bahaya bencana alam, banjir yang terjadi di sebagian Kota Solo, Minggu (20/6/2016), sebenarnya termasuk hal biasa.
Sebab, banjir terjadi di wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah langganan banjir.
Termasuk, banjir di Pucangsawit, yang antara lain merendam rumah pribadi Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo alias Rudy.
Pada Februari tahun 2015 lalu, rumah Rudy juga kebanjiran tatkala Sungai Bengawan Solo, yang berjarak relatif dekat dengan rumah Rudy, meluap.

Pun demikian pada waktu-waktu sebelumnya, termasuk saat banjir lebih besar daripada Minggu lalu itu melanda Solo dan sekitarnya, yaitu pada 2007.
Ketika itu Solo dipimpin oleh Joko Widodo (Jokowi), sedangkan Rudy menjabat wakil wali kota Solo.
Kini sesudah Jokowi menjadi Presiden, sebagian wilayah di Solo yang dikenal sebagai daerah langganan banjir, tetap kebanjiran saat hujan lebat dan lama, serta Bengawan Solo meluap.
Namun, tentu ada bedanya masalah banjir di Solo sebelum dan sesudah Jokowi menjabat Presiden.
Antara lain, kini banjir Solo menarik perhatian menteri maupun tokoh-tokoh lain.
Contohnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, dua hari setelah banjir, Selasa (21/6/2016) meninjau sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Solo.

Anies, antara lain, mendatangi di SMK Muhammadiyah 1 di Joyotakan, Serengan, dan SD Negeri Miji Pinilihan serta SD Negeri Joyotakan, kemudian ke SMP Negeri 6 di tepi Sungai Jenes, Pasar Kliwon, Solo.
Sebelumnya, Minggu (20/6/2016), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meninjau para korban banjir di Kelurahan Sewu dan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Adapun Kamis (23/6/2016) pagi besok, giliran Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) yang akan ke Solo.
Kamis pukul 09.00 WIB besok, IAIB akan menggelar jumpa pers terkait rekomendasi IABI untuk penanggulangan banjir dan longsor di Indonesia, di rumah dinas wali kota Solo, Loji Gandrung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/banjir-di-joyotakan-serengan_20160619_210918.jpg)