Breaking News:

WNI Disandera di Filipina

​Indonesia Sebaiknya Bertindak Preventif Terkait Kasus Penyanderaan WNI

Kalau Indonesia punya hankam kuat, tidak ada negara yang berani-berani mencoba mengusik Indonesia.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Hanang Yuwono
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Warga Negara Indonesia yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dengan adanya beberapa kasus penculikan warga negara Indoensia di luar negeri menunjukkan kekuatan Indonesia masih kurang kuat dimata internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Indonesia Cerdas Bermoral, Sabtu (25/6/2016).

"Saya rasa akan lebih baik yang sifatnya preventif, jadi jangan setelah ada kasus baru kita tergopoh-gopoh ke sana, kesannya akan perang, itu justru tidak baik," kata Abdul.

Baiknya Indonesia kuat dalam pertahanan dan keamanan, lanjut Abdul, jadi kalau Indonesia punya hankam kuat, tidak ada negara yang berani-berani mencoba mengusik Indonesia.

Komisi I juga berharap Menteri Luar Negeri segera melakukan langkah-langkah diplomasi untuk menghindari terjadinya penyanderaan-penyanderaan terhadap WNI yang seharusnya tidak boleh terjadi.

Dia menambahkan, dari sisi keamanan, akan lebih baik dilakukan langkah preventif.

“Ke depan pertahanan dan keamanan kita harus diperkuat,“ tutup Abdul.​(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved