Breaking News:

WNI Disandera di Filipina

​Ketua Komisi I DPR RI: Sandera di Filipina Harus Segera Dibebaskan

Menurut dia, semestinya dari awal tidak ada kasus penyanderaan jika diplomasi Indonesia baik.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Indonesia Cerdas Bermoral, Sabtu (25/6/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari, mendesak pembebasan atas warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera di perairan Filipina.

Komisi I DPR RI sendiri bertugas dalam ruang lingkup pertahanan, luar negeri, komunikasi dan Informatika, dan Intelijen.

Abdul menilai jika saja diplomasi Indonesia baik, semestinya tidak akan ada kasus penyanderaan semacam itu.

"Sandera harus secepatnya bebas," kata Abdul di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Indonesia Cerdas Bermoral, Sabtu (25/6/2016 ).

Abdul juga berharap pertahanan keamanan Indonesia semakin baik, termasuk diplomasi Indonesia juga semakin baik, sehingga tidak terjadi lagi penyanderaan terhadap WNI.

Menurut dia, semestinya dari awal tidak ada kasus penyanderaan jika diplomasi Indonesia baik.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi mengkonfirmasi bahwa telah terjadi penyanderaan kepada tujuh orang WNI di laut Sulu, Filipina Selatan.

Dua kejadian tersebut menimpa Kapal Tugboat Charles 001 dan Kapal Tongkang Roby 152 yang membawa 13 ABK dan tujuh diantaranya disandera.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved