Breaking News:

WNI Disandera di Filipina

WNI Disandera Ketiga Kalinya, Pemerintah Dianggap Lambat dan Gagap

Kasus penyanderaan kembali terjadi untuk ketiga kalinya kepada Warga Negara Indonesia di Perairan Filipina.

Editor: Daryono
youtube
Kelompok Abu Sayyaf Perlihatkan Sandra dalam sebuah video di youtube 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kasus penyanderaan kembali terjadi untuk ketiga kalinya kepada Warga Negara Indonesia di Perairan Filipina.

Kali ini penyanderaan terjadi pada Kapal TB Charles dari Samarinda di perairan Filipina.

Terkait penyanderaan kali ketiga ini, Pemerintah dinilai terlambat dan gagap menyikapi kasus ini.

"Berbeda dengan dua kasus sebelumnya, respon pemerintah terlihat gagap dan kurang siap terhadap kasus ini," ujar pengamat terorisme UI Ridlwan Habib kepada Tribun, di Jakarta, Sabtu (25/6/2016).

Pemerintah bahkan, kritiknya, sempat menyangkal adanya penyanderaan.

Panglima TNI dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sempat membantah adanya peristiwa itu.

Dia melihat Pemerintah tampak belum memiliki mekanisme tanggap darurat ketika sebuah kasus penyanderaan terjadi.

"Baru setelah simpang siur, pak Luhut membuat crisis centre, " katanya.

Menurut Ridlwan, sistem operasi Bais dan intelijen Pangkalan TNI AL harus dievaluasi.

Sebab, informasi yang tidak akurat yang disampaikan pada pimpinan bisa mengakibatkan salah mengambil kebijakan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved