Asal-usul Bulan Madu yang Biasa Dilakukan Pengantin Baru

Orang zaman dulu, menyebut bulan madu untuk mendefinisikan bulan-bulan awal pernikahan, sama sekali bukan perjalanan bulan madu seperti sekarang.

Tayang:
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM - Bulan madu atau istilah asingnya Honeymoon merupakan momen paling dinanti pasangan pengantin baru.

Umumnya, bulan madu terjadi selang beberapa hari setelah resepsi pernikahan, pasangan pengantin baru pun pergi pelesir menikmati waktu berdua penuh romansa dan intimasi.

Bulan madu dipandang sebagai ritual lazim yang “wajib” dijalani oleh pasangan pengantin baru.

Namun, sebenarnya dari manakah tradisi bulan madu berasal?

Istilah bulanmadu mulai populer semenjak abad ke-16.

Orang zaman dulu, menyebut bulan madu untuk mendefinisikan bulan-bulan awal pernikahan, sama sekali bukan perjalanan bulan madu seperti sekarang.

Pada tahun 1552 silam, penulis Richard Huloet, mendefinisikan honey moon dengan Honey Mone, yang memiliki arti pengantin baru.

Kemudian, penulis esai dan puisi asal Inggris, Samuel Johnson, menyederhanakan Honey Mone dengan Honeymoon.

Dia menjabarkan Honey moon sebagai bulan pertama resmi sebagai suami istri, di mana hari berjalan mesra dan manja.

Huloet dan Johnson, keduanya menjabarkan bahwa honey moon adalah bulan di awal pernikahan, bukan sebuah perjalanan.

Namun, padan akhir abad ke-18, bulan madu bergulir menjadi perjalanan pengantin baru bermula di Inggris.

Kala itu, pengantin baru melakukan perjalanan yang disebut Bridal Tour untuk mengunjungi rumah saudara dan rekan yang tidak sempat menghadiri upacara pernikahan.

Dalam buku Marriage Customs of the World, George P. Monger, menjelaskan bahwa Bridal Tour telah menjadi budaya pada keluarga arisktokrat dan keluarga kaya di Inggris untuk berkeliling Eropa mengunjungi saudara.

Kemudian, tradisi ini pun berubah istilah menjadi honey moon dan diterapkan oleh orang-orang Amerika di akhir abad 19.

Pada zaman tersebut, tren honey moon dan liburan “meledak” di antara kalangan menengah atas dan kalangan atas di Eropa serta Amerika.

Lalu, pada tahun 1940-an, 1950-an, bulan madu pun telah menjadi tradisi dunia yang diaplikasikan oleh banyak orang dari segala kelas ekonomi.

Namun, sekarang, berkaitan dengan pekerjaan dan finansial, banyak pasangan pengantin baru yang menunda bulan madu.

Mereka melakukannnya beberapa bulan setelah menikah.

Tren ini pun disebut dengan istilah Mini Moon. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved