Unik! Ingin Hujan, Petani di Daerah Ini Panggil Doraemon
Hujan memang sesuatu hal yang begitu dinantikan oleh para petani. Hujan berkaitan erat dengan kesuburan tanaman.
Penulis: Galuh Palupi Swastyastu | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Galuh Palupi Swastyastu
TRIBUNSOLO.COM - Hujan memang sesuatu hal yang begitu dinantikan oleh para petani.
Hujan berkaitan erat dengan kesuburan tanaman.
Jika hujan turun tentu para petani berharap tanamannya akan subur.
Ketika tanaman itu sudah subur maka hasil yang akan para petani petik juga akan berlimpah ruah.
Namun jika hujan tak kunjung datang, tentu para petani menjadi kelimpungan.
Itulah yang dialami oleh para petani di distrik Nong Khai Muang, Thailand.
Dilansir dari Bangkokpost, para petani di daerah ini merasa sedih karena hujan tak kunjung datang.
Merekapun berusaha keras untuk mendatangkan hujan agar tanaman yang mereka tanam tetap dapat tumbuh subur.
Akhirnya para petani inipun melakukan berbagai macam cara.
Salah satunya adalah memanggil Doraemon.
Nah, keningmu pasti berkerut kan membaca kalimat itu?
Bagaimana bisa Doraemon menyebabkan hujan turun?
Tapi hal unik dan aneh itu memang benar-benar mereka lakukan.
Dalam tradisi mereka, usaha memanggil hujan memang selalu menggunakan boneka robot kucing dari Jepang yang sangat populer itu.
Pada jaman dahulu, tradisi memanggil hujan yang mereka lakukan sebenarnya menggunakan kucing sungguhan berwarna hitam.
Tapi tradisi itu mendapat kecaman karena dianggap menyiksa binatang.
Akhirnya kucing hitam pun mereka ganti dengan boneka Doraemon.
Para petani jagung yang terimbas kekeringan di desa Wang Luang menaruh boneka Doraemon di kandang kayu.
Kemudian menempelkan gambar karakter kartun tersebut di bagian luarnya.

Setelah semuanya selesai, kandang itu kemudian diarak mengelilingi desa sambil menggelar ritual berdoa minta hujan kepada Tuhan.
Rattakarn Jantanu yang menjadi Kepala Desa Wang Luang, mengatakan penduduk sepakat untuk mengadakan ritual Phrare, sebutan untuk ritual memanggil hujan.
Hal itu dikarenakan karena daerah mereka menderita kekeringan parah, terutama di Nong Khai Muang.
Tapi mereka khawatir mendapat kritik dari masyarakat umum jika dalam ritual itu menggunakan kucing sungguhan.
“Karena itu mereka memutuskan untuk menggunakan boneka Doraemon saja karena tidak bisa menemukan boneka kucing biasa,” kata Rattakarn kepada Thai Rath Online, dari laman Bangkokpost.
Namun ritual itu ternyata gagal mendatangkan hujan meskipun mereka telah mengunjungi lima tempat yang diyakini menjadi rumah roh nenek moyang mereka.
“Meskipun ritual hari ini tidak seperti yang diharapkan oleh setiap warga desa tetapi mereka tetap membuatnya bahagia,” kata Rattakarn.

Selain kucing Siam hitam, ritual Phrae membutuhkan empat item lainnya demi kesempurnaan ritual.
Empat item itu adalah keranjang bambu atau rotan dengan penutup, lima pasang lilin, lima bunga dipasangkan, dan tiang kayu untuk membawa keranjang berisi satu atau lebih kucing.
Ritual seperti ini memang sudah menjadi tradisi turun-temurun dari nenek moyang mereka.
Sehingga, hingga kini mereka masih tetap menjalankan semua ritual itu.
Sebab, mereka hanya mempercayai bahwa dengan cara itu bisa menurunkan hujan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ritual-meminyta-hujan_20160628_104611.jpg)