Breaking News:

WNI Disandera di Filipina

Menhan Tegaskan TNI Siap Gelar Operasi Pembebasan 7 WNI

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, TNI siap membebaskan tujuh warga negara Indonesia yang disandera kelompok bersenjata Filipina.

Editor: Daryono
Tribunnews.com/Herudin
Anggota Kopassus mengikuti apel siaga menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2014). Apel gabungan ini melibatkan 2.400 personel dari tiga angkatan di TNI dan Polri untuk pengamanan acara pelantikan 20 Oktober mendatang. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, TNI siap membebaskan tujuh warga negara Indonesia yang disandera kelompok bersenjata Filipina.

"Ke depan, bisa saja kami kejar sampai ke dalam (lokasi penyanderaan di Filipina). Mudah-mudahan siap," ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Lagipula, TNI sudah mengetahui di mana tepatnya tujuh WNI tersebut disandera.

Meski demikian, Ryamizard mengatakan bahwa operasi pembebasan sandera oleh TNI adalah opsi terakhir.

Saat ini, sudah ada 7.000-an tentara Filipina yang mengepung lokasi penyanderaan tersebut.

"Mereka sedang melaksanakan operasi. Harapan kami agar sandera selamat oleh mereka, kami mengekor dulu," ujar dia.

Ryamizard akan menggelar rapat dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas langkah-langkah TNI membebaskan sandera.

Pemerintah Filipina sebelumnya mengizinkan Indonesia, dalam hal ini TNI, melakukan pengejaran terhadap perompak dan kelompok teroris jika terjadi pembajakan atau penyanderaan WNI di kawasan selatan Filipina hingga ke teritorial Filipina.

Tujuh WNI disandera oleh kelompok bersenjata Filipina.

Penyanderaan terhadap ABK tugboat Charles 001 dilakukan sebanyak dua kali.

Penyanderaan pertama dilakukan terhadap tiga orang, yaitu Kapten Fery Arifin (nahkoda), Muhammad Mahbrur Dahri (KKM) dan Edy Suryono (Masinis II).

Selang 1,5 jam kemudian, terjadi penyanderaan kedua terhadap empat ABK lainnya oleh kelompok berbeda, yaitu Ismail (Mualim I), Robin Piter (Juru Mudi), Muhammad Nasir (Masinis III) dan Muhammad Sofyan (Oilman).

Sebelumnya, 10 WNI ABK kapal tunda Brahma 12 disandera kelompok Abu Sayyaf dan dibebaskan pada awal Mei 2016.

Kemudian, empat ABK kapal Tunda Henry juga disandera kelompok Abu Sayyaf dan kemudian dibebaskan pada pertengahan Mei 2016.(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved