Banyak yang Belum Tahu, Begini Cara Membaca Angka pada Papan Petunjuk Nama Stasiun Kereta Api
Misalnya saja ada tulisan Stasiun Pasar Turi +4, Bandung +709, dan lain sebagainya, bagaimana cara Anda memahami tulisan tersebut?
Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Bagi Anda yang gemar naik transportasi umum Kereta Api, tentunya cukup familiar dengan plang nama yang bisanya ditempatkan di stasiun.
Misalnya saja ada tulisan Stasiun Pasar Turi +4, Bandung +709, dan lain sebagainya.
Bagaimana cara Anda memahami tulisan tersebut?
Jika Anda menganggap makna angka tersebut adalah lebar stasiun maka anggapan itu tidak tepat.
Ada juga yang menganggap angka tersebut sebagai indikator jarak menuju stasiun.
Dua anggapan ini rupanya salah besar.
Sebab diolah TribunSolo.com dari berbagai sumber, angka yang tertera di stasiun kereta api tersebut menunjukkan ketinggian tempat stasiun dari permukaan laut.
Jadi jika di papan tertulis Stasiun Pasar Turi +4 maka artinya adalah stasiun tersebut tepat berada 4 meter di atas permukaan laut (dpl).
Begitupula sebaliknya, jika menggunakan tanda (-) maka stasiun tersebut berada di bawah permukaan laut (dpl).
Mengapa harus ada tanda ini?
Hal tersebut bertujuan agar masinis mendapatkan informasi, apakah jalur yang ia lewati tersebut cenderung menanjak atau menurun.
Selain itu, lewat rambu ini bisa untuk menentukan penggunaan lokomotif dan juga muatan yang tepat.
Apabila ketinggian hanya berkisar angka minim, maka lokomotif yang digunakan bukan transmisi elektrik lantaran mudah korsleting.
Sedangkan angka yang tinggi, maka lokomotif yang digunakan harus disesuaikan kapasitasnya yaitu yang kuat di tanjakan.
Cara untuk mengukur ketinggian tempat stasiun tersebut dari permukaan bumi biasanya menggunakan teodolit atau sekstan.
Jadi sudah jelas bukan?(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/plang-stasiun_20160705_171859.jpg)