Ternyata Seperti Ini Cerita Asli Cinderella, Ngeri dan Sadis

Disney sebagai pusatnya kartun dan hiburan, memang telah melahirkan banyak sekali tokoh terkenal dalam dunia kartun.

Penulis: Galuh Palupi Swastyastu | Editor: Daryono
Net
Cinderella 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Galuh Palupi Swastyastu

TRIBUNSOLO.COM - Disney sebagai pusatnya kartun dan hiburan, memang telah melahirkan banyak sekali tokoh terkenal dalam dunia kartun.

Mungkin kalian beranggapan pihak Disney hanya mengarang dalam pembuatan cerita kartunnya alias hanya cerita fiktif belaka.

Namun kenyataannya, cerita tokoh kartun Disney diambil dari sumber aslinya.

Salah satunya dongeng Cinderella, dongeng legendaris yang mengisahkan seorang gadis baik dan cantik bernama Cinderella yang tinggal bersama ibu tiri dan dua saudara tiri nan jahat padanya.

Tahukah kamu jika versi asli dari dongeng Cinderella ternyata amat sadis dan mengerikan sehingga tidak layak dikonsumsi anak-anak.

Dalam dongeng dikisahkan, Cinderella akhirnya dibantu oleh seorang ibu peri yang membuatkan kereta kuda untuk mengantarnya menuju pesta dansa di istana.

Di sana ia bertemu pangeran dan keduanya jatuh cinta.

Namun sayangnya, sihir peri tak dapat berlangsung lama dan si gadis yang terburu-buru berlari tak sengaja menjatuhkan sepatu kaca miliknya.

Sepatu kaca itu kemudian ditemukan sang pangeran yang kemudian dia berkeliling mencari pemilik sepatu kaca itu.

Singkat cerita, setelah berhari-hari mencari pemilik sepatu kaca, akhirnya pangeran menemukan gadis pemilik sepatu kaca itu ternyata Cinderella, gadis pujaannya.

Keduanya pun kemudian menikah.

Namun versi asli dari cerita Cinderella ternyata tidak seindah itu.

Dilansir dari huffingtonpost.com, sebenarnya Cinderella tidak memiliki ibu peri.

Ia menanam sebuah pohon di dekat makam ibunya yang ia siram dan rawat setiap hari.

Dan gaun pesta yang dia gunakan dia temukan tergantung pada pohon tersebut.

Binatang yang saat itu membantu Cinderella juga sebenarnya bukanlah tikus, melainkan burung merpati.

Ketika sang pangeran mencari pemilik sepatu emas (versi Disney: sepatu kaca), si ibu melakukan tindakan ekstrem.

Agar sepatu tersebut muat untuk dimasukkan ke dalam kaki anak kandungnya, si ibu memotong jari kaki dan tumit anak kandungnya.

Namun, sang pangeran disadarkan oleh burung merpati, yang membantu Cinderella, bahwa ada darah yang tak sengaja membekas pada sepatu.

Merpati itu juga memberi tahu bahwa masih ada gadis lain yang belum mencoba sepatu itu dan itulah Cinderella.

Dan setelah dicoba, ternyata sepatu itu cocok dengan kaki Cinderella.

Kemudian, karena dua saudaranya sadar bahwa mereka harus mendapat maaf dari Cinderella yang nantinya akan menjadi ratu, kemudian mereka mencoba menghadiri pesta pernikahan Cinderella.

Tapi ketika di sana, mata mereka dipatuk oleh burung-burung.

Jika versi Disney, Cinderella digambarkan gadis yang baik hati, namun versi aslinya tidak demikian.

Cinderella membiarkan ibu dan saudari tirinya menjadi seorang pengemis buta.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved