Arus Mudik dan Balik Lebaran 2016

Jumlah Korban Meninggal Saat Mudik di Tol Brebes Simpang Siur, Ini Kata Kepala Dinkes Brebes

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Sri Gunadi belum dapat memastikan berapa jumlah pemudik yang meninggal dunia di wilayahnya.

Jumlah Korban Meninggal Saat Mudik di Tol Brebes Simpang Siur, Ini Kata Kepala Dinkes Brebes
KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO
Kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Sri Gunadi belum dapat memastikan berapa jumlah pemudik yang meninggal dunia di wilayahnya.

Menurut Sri, jumlah korban jiwa yang beredar di media massa selama ini belum dapat dipastikan karena ada yang menyebut 12 orang dan 17 orang.

"Itu semuanya data mentah di lapangan. Itu harus diverifikasi terlebih dahulu. Sejatinya itu, berapa sih yang meninggal," ujar Sri ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (7/7/2016) malam.

Sri membantah anggapan bahwa kemacetan parah di tol Pejagan-Pemalang, khususnya di pintu keluar Brebes Timur, menjadi penyebab utama meninggalnya para pemudik.

Menurut dia, kemacetan merupakan salah satu pemicu munculnya penyakit yang sebelumnya sudah diidap pemudik.

"Ya, orang habis makan, meninggal. Habis dia turun dari mobil meninggal. Pasti sudah ada sakit sebelumnya," ujar dia.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan penyebab pasti kematian pemudik tersebut.

Ia berpesan agar pemudik mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk kemungkinan terburuk di jalur mudik.

"Jangan hanya kendaraannya saja yang baik, yang disiapkan. Tapi orangnya juga harus sehat," ujar Sri.

Ia memastikan bahwa pemerintah berupaya semaksimal mungkin menyediakan tenaga dan fasilitas medis untuk melayani pemudik.

Namun, sebaik apa pun pelayanan kesehatan yang diberikan, semuanya tergantung pada kesiapan pribadi pemudik sendiri.

"Ambulans itu sudah berjejer siap melayani para pemudik. Kami selalu siap melayani para pemudik. Tapi kalau memang tidak siap, ya bagaimana?" ujar dia.(Tribunnews.com)

Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved