Dahulu Menghina Jokowi Kini Cabuli Bocah

Korban Pencabulan Pemuda Penghina Jokowi Diduga Lebih dari 2 Bocah Perempuan

Kombes Harry Kurniawan menduga kuat bahwa Arsyad mengidap pedofilia.

Editor: Junianto Setyadi
KOMPAS.COM/FATHUR ROCHMAN
Dokumentasi Muhammad Arsyad saat mendatangi Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/11/2014). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Petugas Polres Depok masih memeriksa Muhammad Arsyad (26), pemuda yang diduga membawa kabur dan mencabuli dua anak perempuan, K (7) dan F (10).

Kapolres Depok, Kombes Harry Kurniawan, menyebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, Arsyad mengaku selama ini memang sering merayu anak perempuan untuk disetubuhi.

Bermodalkan sepeda motor, ia biasa berkeliling dan membujuk anak-anak perempuan untuk ikut dengannya.

"Kami masih periksa, masih cari korban-korban lainnya," kata Harry saat dihubungi, Selasa (12/7/2016).

Arsyad ditahan sejak Senin (11/7/2016) saat sedang berusaha menyetubuhi F di sebuah villa di Puncak, Jawa Barat.

Anak itu dibawanya dari Cilodong, Depok, setelah dikelabui dengan alasan minta ditunjukkan lokasi mini market.

Sedangkan sebulan sebelumnya, K dibawa dari Cimanggis, Depok, dan dibawa ke villa yang sama di Puncak.

Keduanya belum sempat disetubuhi, dan telah dipulangkan ke keluarganya masing-masing.

Harry menduga kuat bahwa Arsyad mengidap pedofilia.

Sebab, di kameranya ditemukan banyak foto anak-anak kecil.

Kepada polisi Arsyad mengaku ia memang sayang kepada anak kecil.

"Ya kalau sudah dua korbannya anak kecil, pasti pedofil ya," ujar Harry.

Penetapan tersangka terhadap Arsyad bukan yang pertama.

Nama Arsyad sempat tenar pada 2014 lalu karena dijadikan tersangka oleh Mabes Polri atas pengunggahan montase gambar hasil rekayasa yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo (Jokoowi) dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri melalui akun Facebook-nya.

Pemuda yang biasa berjualan sate itu kemudian mendapatkan penangguhan penahanan pada Senin (3/11/2014), setelah ditangkap dan ditahan di Mabes Polri di Jakarta selama 12 hari.

Kala itu Presiden Joko Widodo telah memaafkan Arsyad, bahkan Iriana Widodo memberikan uang santunan ke keluarga Arsyad. (Kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved