Eksekusi Mati Jilid III
Demo Minta Merry Utami Tak Dihukum Mati, Tujuh Aktivis Diamankan Polisi
Aksi tersebut menyuarakan agar salah satu terpidana mati yakni Merry Utami tidak dihukum mati dan mendapatkan grasi.
TRIBUNSOLO.COM, CILACAP - Tujuh aktivis yang mengatasnamakan dari PMII dan KPI (Koalisi Perempuan Indonesia) melakukan aksi di depan portal masuk Dermaga Wijaya Pura, Kamis (28/7/2016).
Aksi tersebut menyuarakan agar salah satu terpidana mati yakni Merry Utami tidak dihukum mati dan mendapatkan grasi.
"Dia adalah korban, Merry harusnya mendapatkan perlindungan bukan dihilangkan," ujar salah seorang aktivis itu.
Ia juga menolak hukuman mati kepada Merry Utami, karena menurut mereka itu tidak menyelesaikan masalah.
Menurut mereka Merry Utami hanyalah korban dari kekerasan perempuan.
"Dia korban kekerasan perempuan, dia korban sindikat narkoba, gembong yang harusnya dihukum mati," lanjut peserta aksi.
Masih menurut mereka Pemerintah tidak tau secara pasti kronologis yang ada.
Terlebih Merry menurut mereka sudah mendapatkan hukuman 15 tahun penjara.
"Dimana keadilan untuk Merry," ujar peserta aksi tersebut.
Sementara itu salah seorang peserta aksi yang mengatakan dirinya dari PMII mengatakan bahwa mereka menolak keras hukuman mati bagi Merry Utami.
Serta mereka juga menuntut pemerintah memberikan kelonggaran untuk bisa mendapatkan grasi.
Aksi tersebut berjalan singkat, tidak sampai 10 menit aksi tersebut dibubarkan oleh polisi.
Satu persatu peserta aksi dibawa paksa dengan dua mobil meninggalkan kawasan Dermaga Wijaya Pura. (Tribun Jogja/Dwi Nourma Handito)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/aksi-di-cilacap-mendukung-merry-utami_20160728_164524.jpg)