Di Bawah Karanganyar, Ini Penyebab Prestasi Popda Kota Solo Menurun
Sehingga, lanjut Joko banyak yang memilih berlaga di kejurnas daripada POPDA.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ada beberapa hal yang menyebabkan prestasi tim Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SMA/SMK Kota Solo di tingkat Propinsi Jawa Tengah menurun dibandingkan tahun lalu.
“Prestasi menurun karena ada beberapa hal, cabang renang kita biasanya dapat emas, tahun ini hanya perak dan perunggu."
"Ada beberapa atlet yang pindah sekolah dan ada kegiatan kejurnas,” terang Kasie Olahraga Bidang Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Joko Subroto, Jumat (5/8/2016).
Sehingga, lanjut Joko banyak yang memilih berlaga di kejurnas daripada POPDA.
Tahun 2016, Kota Solo hanya mampu menempati peringkat ketiga, sebelumnya di tahun 2015 Kota Solo mampu berada di peringkat kedua.
“Kota Solo emas dapat 14, Karanganyar dapat 15, sebenarnya jika dijumlah, medali emas tambah perak tambah perunggu banyak Solo, tapi peraturan kan penentuan urutan yang dipakai emas, jadi kita nomor tiga, Karanganyar nomor dua,” tambahnya.
Pada perolehan medali, di peringkat pertama ada Kota Semarang dengan 22 emas, 12 perak, dan 11 perunggu.
Peringkat kedua ada Kabupaten Karanganyar dengan 15 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
Dan Kota Solo memperoleh 14 emas, 13 perak serta 14 perunggu.
Dengan prestasi tersebut, Kota Solo berada di peringkat ke tiga dibawah Kota Semarang dan Kabupaten Karanganyar.
Popda yang berlangsung di Semarang itu digelar pada Senin-Kamis (1-4/6/2016).
Kota Surakarta mengirimkan 96 atlet dan official untuk mengikuti 13 cabang olahraga dari 15 Cabang Olahraga yang dipertandingkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-popda_20160806_104716.jpg)