Kiprah Rio Haryanto di Formula One

Wali Kota Solo Sebut Pemerintah Pusat Kurang Serius Perhatikan Rio Haryanto

Pasalnya pemerintah turut bertanggung jawab dengan eksistensi Rio di dalam balapan Formula One (F1).

Tayang:
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI ISNANTO
Suasana nonton bareng balapan F1 Grand Prix Shanghai, Tiongkok, di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta, Minggu (17/4/2016) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo meminta pemerintah pusat untuk lebih serius memberi perhatian kepada pebalap Rio Haryanto.

Pasalnya pemerintah turut bertanggung jawab dengan eksistensi Rio di dalam balapan Formula One (F1).

Manor Racing resmi memutus kontrak dengan Rio karena hingga saat ini belum memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan.

"Mestinya kalau menteri-menteri itu mau bergotong royong sebenarnya mampu kok," kata Rudy saat ditemui di Balai Kota Surakarta, Kamis (11/8/2016).

"Kalau sekarang cuma prihatin tok ya bagaimana," lanjut dia.

Rudy mengaku, Pemerintah Kota Surakarta hanya dapat mendukung secara moral kepada Rio yang merupakan warga Solo.

"Kalau dibebankan kepada keluarga saja ya tidak akan mampu, pemerintah harus berani keluar dana" ungkapnya.

Rio saat ini masih memiliki kekurangan dana sebesar 7 juta euro atau sekitar Rp 101 miliar sehingga kontraknya harus diputus di tengah jalan.

Sebagai gantinya Manor memberikan tawaran kepada Rio untuk menjadi pebalap cadangan di sisa musim F1 2016.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved