​Badan Ekonomi Kreatif Jembatani Pelaku Startup dengan Pemilik Modal

Senada, Manajer Inkubator Bisnis LPPM UNS, Eddy Tri Haryanto, mengatakan kendala yang dialami pelaku usaha muda dalam melanjutkan usahanya adalah ...

Penulis: Imam Saputro | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Sugeng Santoso, di acara Seminar Nasional Akses Permodalan Bagi Startup Bidang Ekonomi Kreatif di Fakultas FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2016).​ 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -​ Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjembatani pebisnis startup dengan pemilik modal untuk mengatasi permasalahan modal yang sering dialami pelaku startup ekonomi kreatif.

Upaya yang dilakukan yakni dengan menggandeng perusahaan modal ventura, angel investor, maupun lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan PBMT ventura.

​"Untuk masalah permodalan ada ada tiga cara yakni hibah, pinjaman dan equity, Bekraf menjembatani antara pelaku startup dengan pemilik modal," jelas ​​Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Sugeng Santoso, di acara Seminar Nasional Akses Permodalan Bagi Startup Bidang Ekonomi Kreatif di Fakultas FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2016).

Senada, Manajer Inkubator Bisnis LPPM UNS, Eddy Tri Haryanto, mengatakan kendala yang dialami pelaku usaha muda dalam melanjutkan usahanya adalah permodalan.

"Sejak 1998 mata kuliah kewirausahaan di UNS, wajib bagi mahasiswa tapi kenapa pengusaha tidak tumbuh secara signifikan? Kendalanya adalah di modal, kami mencoba mencarikan solusinya, melalui Bekraf atau juga melalui BUMN lewat CSR-nya," ujarnya.

​Sedangkan menurut Head Bisnis Partners Bukalapak, Rahmad Danu Andika, bentuk perlindungan yang dilakukan pemerintah terhadap UMKM seharusnya dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi UMKM diantaranya melalui media online.

"Gagasan buka bukalapak adalah memberdayakan individu yang punya usaha, orang berjualan online jangan beranggapan barang laku dijual, justru setelah masuk online barang jadi laku dijual," tutup Rahmad. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved