Datsun Siapkan Strategi Hadapi Fenomena Toyota Calya

Masa Datsun meraup pasar sendirian dengan GO+ mulai berhenti pada Agustus saat Calya dan Sigra meluncur.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.Com /FIKRIA HIDAYAT
Datsun GO-cross Concept yang diperkenalkan dalam World Premiere di Kantor Pusat Nissan Global di Yokohama, Jepang, Kamis (29/10/2015). Mobil konsep yang memiliki roh dan rasa petualangan ini membedakan dirinya dari Datsun GO meskipun keduanya berbagi platform yang sama. 

TRIBUNSOLO.COM - Datsun Indonesia sudah pasti tidak akan diam membiarkan kelas MPV di segmen low cost green car (LCGC) terus-terusan dikuasai pendatang baru Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.

Strategi serangan balik mulai dipersiapan sambil membaca peta persaingan.

Masa Datsun meraup pasar sendirian dengan GO+ mulai berhenti pada Agustus saat Calya dan Sigra meluncur.

Menurut catatan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), selama sebulan penuh Calya mencapai 9.241 unit, Sigra 5.734, sedangkan GO+ 1.364 unit.

Calya terlalu fenomenal, bukan hanya melewati hasil penjualan setiap peserta LCGC tetapi ‎juga mendapat gelar baru sebagai mobil terlaris di Indonesia pada Agustus.

Belum pernah terjadi selama bertahun-tahun ke belakang ada mobil yang lebih laris dari Toyota Avanza.

‎Titik terangnya, Calya dan Sigra mengembungkan segmen LCGC‎.

Dari Juli ke Agustus 2016, total penjualan LCGC melonjak signifikan 14.962 unit menjadi 28.721 unit.

‎Meski begitu, seperti dijelaskan, Head of Marketing Datsun Indonesia Christian Abraham Gandawinata, Calya bukan hanya menggerus Datsun tetapi juga merek lain bahkan termasuk Toyota sendiri.

Pergerakannya juga mengikis segmen lain.

"Kami masih memantau perkembangan pasar, kan masih baru, kami lihat dulu sudah dibicarakan, nantinya ada cara Datsun sendiri baik untuk produk atau pemasaran," ucap Abraham, Kamis (15/9/2016).

Masa bulan madu Calya dan Sigra diprediksi hanya terjadi selama beberapa bulan.

Artinya, pada awal-awal Toyota dan Daihatsu masih menggenjot distribusi buat memenuhi penumpukan pemesanan.

Setelah itu pasar akan stabil dan mulai terbaca kekuatannya.

"Ditunggu saja, kami yang pasti tidak akan diam," ucap Abraham.

Sudah diketahui, GO+ ataupun hatchback GO bakal ditawarkan dengan transmisi otomatis tahun depan. Sejak masuk ke pasar Indonesia pada 2014 Datsun cuma memberikan opsi transmisi manual‎ 5-percepatan.

Kemungkinan besar transmisi bukan satu-satunya perubahan, masuk akal jika Datsun ikut menyegarkan desain agar lebih menarik menjaring konsumen. (Kompas.com/Febri Ardani Saragih)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved