Breaking News:

Penerapan Full Day School Harus Prioritaskan Pendidikan Karakter

Porsi pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar (SD) lebih mendominasi yakni sebesar 70 persen, dibanding porsi pembelajaran lainnya.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Kuliah perdana bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Kamis (29/9/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pendidikan karakter merupakan prioritas yang harus dilakukan dalam pelaksanaan full day school (FDS).

Hal tersebut disampaikan guru besar bidang pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Furqon Hidayatullah dalam Kuliah Perdana bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PGSD FKIP Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Kamis (29/9/2016).

Menurut Furqon, paling tidak ada empat hal penting dalam pendidikan karakter.

"Keagamaan, personal peserta pendidik , karakter sosial dan karakter nasional, dan masing-masing jenjang mendapatkan porsi pendidikan karakter yang berbeda," katanya.

Porsi pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar (SD) lebih mendominasi yakni sebesar 70 persen, dibanding porsi pembelajaran lainnya.

Sedangkan di jenjang SLTP sebesar 60 persen.

Sementara jenjang SLTA yang lebih difokuskan pada pendidikan untuk memasuki dunia kerja mendapatkan porsi pendidikan karakter sebesar 30 persen.

Untuk itu ia sangat mendukung program full day school yang segera diterapkan.

"Karena dengan FDS bisa menumbuhkan dan menanamkan kecerdasan emosi dan spiritual," katanya.

FDS, tambah Furqon, juga bisa sebagai sarana meletakkan landasan karakter kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved