Asty Ananta Akhirnya Menikah, Netizen Justru Ribut Soal Ini
Di usianya yang telah menginjak 32 tahun, ia baru saja resmi menanggalkan status lajangnya.
Penulis: Rifatun Nadhiroh | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM - Kabar bahagia datang dari presenter cantik Asty Ananta.
Di usianya yang telah menginjak 32 tahun, ia baru saja resmi menanggalkan status lajangnya.
Hendra Suyanto, pria berwajah chinese yang berhasil membuat hati Asty Ananta berlabuh.
Pernikahan keduanya di gelar di Bali pada Minggu (02/10/2016) kemarin.

Pernikahan Asty dan Hendra tampak khidmat saat menjelang prosesi akad nikah.
Dilansir dari akun instagram dierabachir_photography, netizen yang menyaksikkan foto-foto prosesi pernikahan Asty dan Hendra justru ribut soal pernikahan mereka memakai penghulu atau pendeta.
"ake penghulu? Berarti gak bener kan kalo asti ananta pindah agama mba,"
"Pake penghulu / pendeta ??,"
"Hadeeeeh.. kl pendeta pemberkatan.. kl akad nikah ya penghulu sodara2..,"
"Kan sdh ada captions nya d atas itu mbk "the preparation of akad nikah" :),"
"Penghulunya kkak aq ini," ungkap seroang netizen.

Namun tak sedikit netizen yang memberikan ucapan selamat serta doa kepada Asty Ananta juga suaminya.
"aaaa senangnya liat mbak Asty menikah.. Semoga bahagia selalu.. Jodoh dunia akhirat,"
"Akhirnyaaa... selamat mba asty dan suami,"
"selamattt mbakk asty..smga bhagia slaluu sm suami,"
Tak Dapat Restu dari Orang Tua Asty Ananta
Beredar kabar, bahwa pernikahan Asty dan Hendra tiodak mendapat restu dari orang tua Asty.

Dilansir dari Kompas.com, Ibunda Asty bernama Yunyianingrum Agustarini mengaku belum memberikan restu pada pernikahan anak sulungnya ini.
"Saat dia minta izin mau nikah, dia bilang mau nikah di Bali, saya dan suami dan adik-adiknya (adik-adik Asty) tidak merestui," tutur Yunyi ketika dihubungi oleh sejumlah wartawan melalui telepon pada Senin (3/10/2016).
Karena itulah Yunyi, suaminya, dan keluarga inti mereka tak satu pun yang menghadiri hari bahagia anak pertamanya tersebut.
"Dia ngotot menentukan menikah tanggal 2 Oktober di Bali, 'Silakan kalau memang sudah jadi keputusanmu, kamu sudah besar, dewasa, silakan tapi, kami tidak bisa merestui'," tuturnya lagi.
Yunyi mengungkapkan bahwa selama Hendra berpacaran dengan Asty, ia tak mengenal Hendra dan keluarganya.
"Saya enggak tahu laki-laki itu orangtuanya siapa, namanya siapa, tinggalnya di mana, saya belum pernah ketemu sama orangtua dan keluarganya," ucapnya.
"Bagaimana orangtua mau datang merestui kalau tidak kenal secara pribadi siapa yang mau menikah dengan anaknya secara pribadi, bagaimana mau jadi mantu tapi enggak tahu," tekan Yunyi.
Yunyianingrum mengaku hanya ingin putri sulungnya bisa mengenalkan terlebih dahulu siapa lelaki yang menjadi suaminya tersebut.
Sehingga ia dan keluarga bisa lebih mengikhlaskan pernikahan mereka.
"Saya maunya kalau menikah itu seperti dua putri saya. Seiman dan dua keluarga yang menikah. Karena dua putri saya anak biasa saja. Tapi anak saya yang ini artis, mungkin sudah jadi trend kali ya," tuturnya.
"Tapi saya coba mengikhlaskan saja. Semua sudah terjadi, satu indonesia tahu, saya mau bilang apa? Tapi kami sekeluarga nggak datang," tandasnya.
Sang Bunda Berharap Asty Ananta Tidak Berubah Keyakinan Setelah Dinikahi Hendra
Yunyianingrum ini juga tidak tahu, apakah suami Asty yang diketahui bernama Hendra itu memeluk agama yang sama dengan anaknya atau tidak.
Sebagai ibu, Yunyianingrum hanya berharap agar putrinya tetap pada keyakinannya, tidak luntur imannya.
"Mudah-mudahan putri saya tetap Iman Islam," ucap Yunyianingrum ketika dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (3/10/2016).
"Bagaimana orangtua mau datang merestui kalau tidak kenal siapa yang mau dinakahi oleh anaknya secara pribadi. Mudah-mudahan, saya berharap Bismillah, setiap orangtua hanya bisa berdoa," lanjutnya.
Yunyianingrum kini mengaku pasrah dan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kehidupan anak-anaknya.
Meskipun pada hari bahagia putri sulung yang berlangsung Minggu, 2 Oktober 2016, di Bali, mereka tidak datang.
"Harus diikhlaskan, semua sudah terjadi. Saya mau bilang apa? itu sudah pilihannya. Kami sekeluarga nggak datang dan keadaan di sana seperti apa, saya nggak tahu," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/asty-ananta_20161003_150253.jpg)