BNPT: Media Memiliki Fungsi Besar Terhadap Radikalisme
Karena keberadaan media ini merupakan alat untuk memudahkan bagi para pelaku terorisme melakukan rekrutmen bagi anggota baru.
Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris, mangatakan, bahwa media memiliki fungsi yang sangat besar terhadap radikalisme.
Karena keberadaan media ini merupakan alat untuk memudahkan bagi para pelaku terorisme melakukan rekrutmen bagi anggota baru.
"Setelah kita pahami mereka (pelaku terorisme) sekarang ini melakukan perekrutan anggota melalui media," terangnya dalam workshop media tentang Isu Kekerasan dan Radikalisme yang digelar PWI Solo di Syariah Hotel Solo, Jumat (7/10/2016).
Dia mengatakan, sebelum ada media, rekrutmen yang mereka lakukan melalui pintu ke pintu, pertemanan, persahabatan, maupun persaudaraan.
"Kasus bom Bali kan juga seperti itu (melaui media) perekrutannya," ungkapnya.
Sehingga media ini merupakan alat yang sangat mudah karena tidak ada batas, tidak ada waktu dan tidak sedikit pelaku teroris memanfaatkan keberadaan media.
"Sepert tahun 2011 kasus bom di Mapolres Cirebon dia (pelaku) belajar dari internet dan situs-situs media," katanya.
"Kita tidak boleh salahkan situs-situs seperti itu, tetapi kita perlu ada situs yang lebih kuat lagi mengimbangi yang lebih moderat menyatakan seperti ini," terangnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bnpt_20161007_140439.jpg)