Valet Parking Diharapkan Bisa Tingkatkan Penghasilan Juru Parkir Pasar Gede Solo
Menurutnya, memang tidak mudah untuk membuat pengunjung percaya akan keamanan kendaraan mereka saat kunci dipegang juru parkir.
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Valet parking di Pasar Gede Hardjonagoro telah diresmikan pada Jumat (7/10/2016) setelah sekitar 10 bulan beroperasi.
Awalnya, valet parking diterapkan atas inisiatif juru parkir yang lahannya dipindah Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.
Pemkot pada awal 2016 mulai menyeterilkan Jl Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede dari aktivitas parkir.
Koordinator valet parking, Wiwin Widyastuti bercerita, dia dan rekan-rekannya mencoba jemput bola.
"Kalau lokasi parkirnya di utara sana pasti sedikit yang parkir, kita coba pakai valet, agak capai sedikit tidak apa-apa," kata Wiwin.
Menurutnya, memang tidak mudah untuk membuat pengunjung percaya akan keamanan kendaraan mereka saat kunci dipegang juru parkir.
"Kalau pelanggan yang setiap hari ke sini biasanya kenal dan senang karena tidak perlu parkir jauh-jauh," ungkap dia.
"Tapi kalau bukan pelanggan ya kita jelaskan dulu, biar dia memilih, kalau tidak jadi parkir ya tidak apa-apa," tambahnya.
Kepala UPTD Perparkiran, M Usman berharap agar dengan diresmikannya valet parking oleh Wali Kota Surakarta dapat meningkatkan pendapatan juru parkir.
"Meski dengan lahan yang semakin sempit, harapannya pendapatan juru parkir bisa meningkat, PAD dari parkir juga dapat meningkat," ujar Usman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/koordinator-valet-parking-pasar-gede-wiwin-widyastuti-tunjukkan-kartu-parkir_20161007_185816.jpg)