Breaking News:

Driver Gojek Vs Pengojek Pangkalan

Akademisi Unisri Solo Ini Minta Pemkot Solo untuk Beri Perlakuan Sama pada Go-Jek

Namun, keberadaan Go-Jek yang sama-sama menggunakan kendaraan roda dua untuk mengangkut penumpang justru dilarang atau tidak diperbolehkan.

Penulis: Labibzamani | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Akademisi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Suharno. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Akademisi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Suharno, meminta Pemerintah Kota Solo untuk memberikan perlakuan sama terhadap Go-Jek.

Menurut dia, selama ini Pemkot Solo tidak pernah mengusik keberadaan ojek konvensional meski belum ada izin yang mengaturnya.

Namun, keberadaan Go-Jek yang sama-sama menggunakan kendaraan roda dua untuk mengangkut penumpang justru dilarang atau tidak diperbolehkan.

"Posisi Go-Jek dan ojek sama keduanya belum ada izin, mestinya perlakuan itu sama," kata Suharno kepada TribunSolo.com, Rabu (19/10/2016).

Pria yang juga sebagai dosen Prodi Akuntansi dan Magister Manajemen Unisri Solo ini berharap ada perlakukan sama terhadap keberadaan Go-Jek.

Apabila keberadaan Go-Jek dilarang maka ojek juga harus dilarang beroperasi di Solo.

Karena sama-sama menggunakan kendaraan roda dua untuk mengangkut orang/penumpang

"Sebaiknya wali kota mendengar aspirasi masyarakat pada kenyataan masyarakat sangat senang dengan keberadaan Go-Jek, nyaman, mudah dan murah," jelasnya.

Mari kita semua berfikir dan bertindak jernih bahwa perkembangan teknologi adalah suatu hal yang tidak bisa ditolak dan dibendung hanya dengan retorika," ujarnya.

"Kita harus siap berubah bila tidak ingin diubah, hargai juga hak-hak konsumen untuk mendapatkan pelayanan yang efektif dan efisien," kata dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved