Breaking News:

Dugaan Kejahatan Dimas Kanjeng

19 Korban Dimas Kanjeng Melapor ke Polres Probolinggo, Total Kerugian Rp 9 Miliar

Terakhir yang melapor ke posko Mapolres Probolinggo adalah seorang mantan pengikut berinisial HL, warga Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Editor: Junianto Setyadi
KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN
Selain di Probolinngo, posko pengaduan korban dugaan penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dibuka di beberapa kota/kabupaten di Jatim. Termasuk di Polres Pamekasan. 

TRIBUNSOLO.COM, PROBOLINGGO – Sejak kasus dugaan penipuan  oleh pihak Padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo meledak, sudah ada 19 orang yang melapor ke posko pengaduan Dimas Kanjeng di Polres Probolinggo.

Hingga Rabu (2/11/2016), tercatat 19 orang yang melapor ke polisi dengan total kerugian Rp 9 miliar.

Menurut Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara, sejak dibuka, posko pengaduan korban di Mapolres terus didatangi warga maupun mantan pengikut yang merasa dirugikan oleh dugaan praktik penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

“Sudah ada 19 laporan ke posko pengaduan, mereka melapor setelah Dimas Kanjeng ditangkap polisi pada Kamis (22/9/2016) lalu," katanya, Rabu (2/11/2016), di Probolinggo, Jatim.

"Dari belasan pelapor itu jumlah nilai kerugian mencapai Rp 9 miliar lebih."

"Ada yang miliaran, ada pula yang ratusan juta, angkanya variatif,” ujarnya.

Kata Arman, terakhir yang melapor ke posko Mapolres Probolinggo adalah seorang mantan pengikut berinisial HL, warga Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

HL mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta, sejak bergabung ke padepokan beberapa tahun lalu.

“Modus operandinya pun sama, korban dijanjikan akan mendapat uang berlipat setelah menyetorkan uang untuk menebus mahar," kata Kapolres.

"Tapi uangnya tak kunjung cair hingga Dimas Kanjeng Taat Pribadi diringkus polisi,” ucapnya.

Hingga saat ini, lanjut Arman, polisi terus mendalami laporan para korban.

Pihaknya mengimbau warga dan mantan pengikut yang merasa dirugikan segera melapor ke polisi.

Pelapor akan dilindungi keamanannya.

Perlindungan diberikan polisi dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) kepada pelapor yang merasa terancam keamanannya. (Kompas.com/Ahmad Faisol)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved