Agar tak Kalah dari Rentenir, Proses Pencairan Kredit Perbankan Diminta Lebih Cepat
Sulitnya membasmi rentenir atau jasa kredit dengan bunga melebihi batas kewajaran, membuat pemerintah turun tangan.
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sulitnya membasmi rentenir atau jasa kredit dengan bunga melebihi batas kewajaran, membuat pemerintah turun tangan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk mengatasi fenomena rentenir.
Meski memberi bunga yang tinggi, ternyata rentenir diminati oleh sebagian masyarakat.
Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo menduga, sebagian masyarakat tertarik meminjam uang kepada rentenir karena proses pencairannya lebih cepat.
"Rentenir sulit dibasmi, mungkin karena perbankan tidak mampu mencairkan dalam waktu cepat," kata Purnomo di Joglo Loji Gandrung, Kamis (3/11/2016).
Perlawanan terhadap rentenir akan menjadi program yang wajib dijalankan TPAKD.
TPAKD memiliki program pembiayaan dengan skim Kredit Melawan Rentenir (Melati), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Kredit M-25.
Hal tersebut diyakini akan semakin menarik minat masyarakat untuk menggunakan produk perbankan.
Anggota Komisi XI, Moh Hatta yang hadir dalam pengukuhan TPAKD mengatakan bahwa perbankan harus bisa lebih cepat agar dapat menyaingi rentenir.
"Kalau dulu di Solo marak bank plecit, mereka disukai karena bisa langsung mencairkan dana," kata Hatta.
"Sekarang bank juga harus bisa bergerak seperti bank plecit," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kepala-ojk-surakarta-laksono-dwionggo_20161103_174736.jpg)