Breaking News:

Dosen Akuntansi Unisri Solo Ini Sarankan BPR Pakai Sistem Tanggung Renteng

Berkat prestasi tersebut, UPK Kalijambe beberapa kali menyabet predikat sebagai UPK terbaik tingkat nasional.

Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Dosen Akuntansi dan MM Unisri, Suharno, mengisi pelatihan Manajemen Organisasi dan Pemasaran UPK Kalijambe, Sragen, di Solo, Jumat (4/11/2016) lalu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Dosen Prodi Akuntansi dan MM Unisri, Drs Suharno MM Akuntan, mengisi pelatihan Manajemen Organisasi dan Pemasaran yang diselenggarakan UPK kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Di sela-sela acara ia  menyarankan agar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menggunakan sistem tanggung renteng dalam menyalurkan pinjaman kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM).

Adapun pelatihan Manajemen Organisasi dan Pemasaran yang diselenggarakan UPK kecamatan Kalijambe, Sragen, dilaksanakan di Loji Hotel, Solo, Jumat (4/11/2016) pekan lalu.

“Sistem ini sangat tepat diterapkan untuk UKM,” katanya dalam keterangan tertulis kepada TribunSolo.com, Sabtu (12/11/2016).

Terbukti, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kalijambe yang telah beroperasi 13 tahun, Non-Performance Loan (NPL)-nya selalu nol persen.

Berkat prestasi tersebut, UPK Kalijambe beberapa kali menyabet predikat  sebagai UPK terbaik tingkat nasional.

Suharno berharap agar BPR lebih adaptif dan benar-benar melaksanakan peran dan fungsi melakukan pemberdayaan UKM.

Caranya, terjun langsung ke lapangan, tidak hanya sekadar menyalurkan kredit semata.

Sedangkan Ketua UPK Kalijambe, Adi Penawan SE MM, mengatakan, lembaganya berdiri tahun 2003 dengan modal awal dari program PNPM sebesar Rp 3,3 miliar.

 “Sekarang total aset mencapai Rp 8,8 miliar, dengan laba (surplus, Red) berkisar Rp 1,3 miliar per tahun,” katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved